TAPAKTUAN – Masyarakat beberapa gampong dalam Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan, mengaku kecewa dengan realisasi pekerjaan proyek pembangunan irigasi di Gampong Alur Duamas, kecamatan setempat. Soalnya, keberadaan fasilitas infrastruktur dengan anggaran miliaran rupiah tersebut tidak bisa difungsikan oleh masyarakat.
Pantauan wartawan di lokasi, Rabu, 22 Maret 2017, terlihat bangunan pintu bendungan irigasi telah patah. Padahal pembangunan pintu di sisi kanan sungai Gampong Alur Duamas tersebut mencapai anggaran Rp3 miliar.
Abduh Sani, salah satu warga Gampong Alur Duamas menilai perencanaan awal proyek pintu bendungan irigasi ini tidak matang dan asal jadi.
“Bukti perencanaan proyek tersebut terkesan kurang matang, terlihat dari penyusunan batu gajah melintangi badan sungai. Sementara kondisi muara sungai sangat dangkal, sehingga ketika debit air sungai meluap secara otomatis pantulannya menerjang bendungan pintu air di sisi kanan sungai,” kata Abduh Sani.
Dia juga mengkritisi pembangunan bendungan di atas daratan tanpa suplai air. Hal inilah yang menurut penilaiannya sebagai proyek mubazir.
“Kami heran melihat proyek tersebut, kenapa dibangun secara terpisah dengan muara sungai, sehingga tidak jelas fungsi dan kegunaan proyek tersebut,” katanya.