TERKINI
NEWS

Masyarakat Kecewa, Irigasi Alur Duamas Tidak Berfungsi

TAPAKTUAN - Masyarakat beberapa gampong dalam Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan, mengaku kecewa dengan realisasi pekerjaan proyek pembangunan irigasi di Gampong Alur Duamas, kecamatan setempat.…

CUT ISLAMANDA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 573×

TAPAKTUAN – Masyarakat beberapa gampong dalam Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan, mengaku kecewa dengan realisasi pekerjaan proyek pembangunan irigasi di Gampong Alur Duamas, kecamatan setempat. Soalnya, keberadaan fasilitas infrastruktur dengan anggaran miliaran rupiah tersebut tidak bisa difungsikan oleh masyarakat.

Pantauan wartawan di lokasi, Rabu, 22 Maret 2017, terlihat bangunan pintu bendungan irigasi telah patah. Padahal pembangunan pintu di sisi kanan sungai Gampong Alur Duamas tersebut mencapai anggaran Rp3 miliar.

Abduh Sani, salah satu warga Gampong Alur Duamas menilai perencanaan awal proyek pintu bendungan irigasi ini tidak matang dan asal jadi.

“Bukti perencanaan proyek tersebut terkesan kurang matang, terlihat dari penyusunan batu gajah melintangi badan sungai. Sementara kondisi muara sungai sangat dangkal, sehingga ketika debit air sungai meluap secara otomatis pantulannya menerjang bendungan pintu air di sisi kanan sungai,” kata Abduh Sani.

Dia juga mengkritisi pembangunan bendungan di atas daratan tanpa suplai air. Hal inilah yang menurut penilaiannya sebagai proyek mubazir.

“Kami heran melihat proyek tersebut, kenapa dibangun secara terpisah dengan muara sungai, sehingga tidak jelas fungsi dan kegunaan proyek tersebut,” katanya.

Menurutnya, patahnya pintu irigasi pascabanjir bandang beberapa waktu lalu telah menyebabkan suplai air dari Sungai Alur Duamas terganggu. Kondisi tersebut belum mendapat perhatian dari dinas terkait meskipun sudah berlangsung lama.

“Karena itu, kami berharap agar fasilitas infrastruktur yang sudah rusak tersebut segera diperbaiki kembali sehingga suplai air ke lahan persawahan warga kembali normal,” katanya.

Sementara itu, Adi, mantan Kepala Bidang Pengairan Dinas Sumber Daya Air Aceh Selatan, Adi, mengaku proyek tersebut telah dikerjakan sejak dirinya belum menjabat. Dia juga tidak mengetahui secara mendetail terkait proyek yang dimaksud.

“Kalau mengenai keberadaan proyek itu, saya tidak tahu. Sebab sebelum saya menjabat, proyek tersebut memang sudah dikerjakan,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih mencoba mengonfirmasi Dinas Pengairan Aceh Selatan terkait hal tersebut.[]

CUT ISLAMANDA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar