TERKINI
NEWS

Hasyimi Hilang Terseret Arus, Pencarian Melibatkan ‘Orang Pintar’

TAPAKTUAN - Hasyimi, 20 tahun, warga Gampong Paya, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan hilang terseret arus Krueng (Sungai) Kluet, Kamis, 16 Maret 2017, sekitar pukul…

CUT ISLAMANDA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 443×

TAPAKTUAN – Hasyimi, 20 tahun, warga Gampong Paya, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan hilang terseret arus Krueng (Sungai) Kluet, Kamis, 16 Maret 2017, sekitar pukul 11.00 WIB. Pria lajang yang bekerja sebagai petani tersebut hilang terseret arus sungai yang deras dan dalam saat pulang dari kebun ke rumahnya.

“Kebun milik korban bernama Hasyimi berada di seberang Sungai Kluet. Untuk menyeberang sungai itu sebagian petani lainnya ada yang menggunakan perahu kecil. Sedangkan Hasyimi sendiri sudah terbiasa pulang pergi ke kebunnya menyeberang sungai tanpa menggunakan perahu,” kata Keuchik Gampong Paya, Dhamer Syam dihubungi wartawan dari Tapaktuan, Kamis malam.

Dhamer Syam memperkirakan korban terseret arus karena menyeberang sungai dalam kondisi sedang memikul sejumlah tandan pisang yang dimasukkan dalam karung hasil panen dari kebun saat dibawa pulang ke rumahnya.

“Sebab setiap harinya korban sudah terbiasa menyeberang sungai untuk bekerja di kebunnya. Namun penyeberangan sungai selama ini dilakukan dalam kondisi tanpa memikul beban. Hari ini, korban menyeberang sungai dalam kondisi memikul bongkahan pisang hasil panen dari kebunnya,” ujar Dhamer Syam.

Menurutnya, saat korban hilang terseret arus sungai sempat dilihat dua warga lainnya yang juga berkebun di seberang sungai. Kedua warga tersebut Johan dan Masben.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kata Dhamer Syam, bejarak sekitar 5 meter dari tebing sungai, korban terjebak arus deras dan dalam di tengah-tengah sungai.

“Biasanya, kondisi seperti itu sudah biasa dihadapi korban, tapi karena tanpa memikul beban berat dia mampu meloloskan diri. Namun hari ini, berdasarkan keterangan saksi mata, korban tidak sanggup mempertahankan diri karena memikul beban berat, sehingga terjatuh kemudian hilang terseret arus sungai,” ujar Dhamer Syam mengutip keterangan saksi mata.

Camat Kluet Utara H. Zainal menambahkan, setelah menerima laporan dari dua saksi mata tersebut, ratusan warga dari beberapa gampong dibantu petugas Satgas SAR, BPBK, Polres Aceh Selatan dan relawan RAPI langsung melakukan pencarian.

Pencarian menggunakan beberapa perahu milik warga setempat serta rubber boat milik Satgas SAR, BPBK dan Polres Aceh Selatan dilakukan dengan dua cara, yakni penyisiran dari dalam dan pinggir sungai mulai dari tempat kejadian di Gampong Paya hingga ke muara sungai di Gampong Limaupurut dan Geulumbuk.

“Hasil penyisiran tersebut, tadi sore tim pencari baru berhasil menemukan tandan buah pisang milik korban yang dimasukkan dalam karung di pinggir sungai Gampong Limaupurut yang berjarak dari TKP sekitar 1,5 Km. Namun jasad korban sejauh ini belum berhasil ditemukan,” kata Zainal.

Zainal melanjutkan, pihaknya bersama warga setempat juga sudah meminta bantuan “orang pintar”, menanyakan keberadaan jasad korban. Berdasarkan keterangan orang pintar tersebut, kata dia, jasad korban belum jauh dari TKP, tetapi tidak tampak ke permukaan air karena tersangkut kayu atau batu di dasar sungai.

“Proses pencarian yang berlangsung sejak Kamis siang tadi terus berlanjut hingga malam ini. Untuk memudahkan pemantauan pencarian, warga juga sudah mendirikan tenda di pinggir sungai Gampong Paya tak jauh dari TKP,” pungkas Zainal.[] 

CUT ISLAMANDA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar