TERKINI
HISTORI

Ini Pesan Moral Dalam Film ‘Suap’ Dirilis Satlantas Aceh Besar

BANDA ACEH – Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Besar bekerja sama dengan Prodi Komunikasi Fisip Unsyiah menggelar launching dan nonton bareng film pendek “Suap”, di…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

BANDA ACEH – Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Besar bekerja sama dengan Prodi Komunikasi Fisip Unsyiah menggelar launching dan nonton bareng film pendek “Suap”, di Aula Lantai 3 Gedung Fisip, Kamis, 16 Maret 2017.

Kasatlantas Polres Aceh Besar Iptu Sandy Tiitah Nugraha sebagai penulis skrip dan sutradara mengatakan, konsep film ini mengambil kisah terjadi di dunia nyata terutama mengenai suap yang saat ini sangat marak. “Bagaimana caranya kita tidak usah lagi alergi dengan kata ‘suap’, tetapi sama-sama mencegah agar suap ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Sandy Tiitah menyebut dalam film tersebut terdapat banyak pesan moral, sehingga dinilai penting untuk ditonton masyarakat luas. Pesan moral disampaikan melalui film tersebut, pertama, masyarakat jangan pernah mencoba menyuap petugas polisi yang sedang bertugas. Kedua, pesan moral kepada seluruh personel kepolisian agar bertugas menggunakan hati nurani, tidak terlibat suap.

“Ketiga, kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan. Ketika kita sudah mengambil milik orang lain dan kita menyadari itu salah, segeralah kita kembalikan,” ujar Sandy Tiitah.

Sandy Tiitah melanjutkan, film itu mengangkat pengalaman personel Satlantas Polres Aceh Besar Aipda Salahuddin saat menilang Ramli, seorang pemulung yang mengendarai sepeda motor tetangganya. Peristiwa itu sebelum tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam. Belakangan diketahui, Ramli dan putrinya, Nayla yang masih usia sekolah dasar, meninggal dunia akibat tsunami.

“Pesan moral selanjutnya dalam film ini, kita melihat sosok seorang pemulung dan anaknya yang hidup dalam kemiskinan, kesederhanaan, tapi mereka bahagia. Itu menjadi pesan untuk kita bahwa masih banyak orang yang susah di bawah kita. Jadi, kita harus hidup lebih mensyukuri apa yang kita miliki sekarang,” kata Sandy Tiitah.

Sandy Tiitah berharap dengan dirilisnya film ini, masyarakat lebih sadar terhadap keselamatan dirinya sendiri, bukan karena takut kepada petugas kepolisian atau takut ditilang. Setelah masyarakat Indonesia khususnya Aceh menonton film “Suap” ini diharapkan bisa membudayakan keselamatan dalam berkendara.

“Dengan kesadaran diri sendiri, dengan membudayakan keselamatan diri sendiri, mudah-mudahan sampai kapan pun, di mana pun berada masyarakat pengguna kendaraan bermotor tetap akan selamat sampai tujuan,” kata Sandy Tiitah.

Sandy Tiitah menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan film tersebut dapat menghubungi Satlantas Polres Aceh Besar. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa membuat film edukasi yang lebih menarik, yang bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar