SIAPA yang tidak mengenal Amerika Serikat?. Salah satu negara adidaya yang memiliki pengaruh besar bagi perkembangan pendidikan, teknologi, dan ekonomi.
Saya bersama 20 peserta dari 9 negara di Asia Tenggara berkunjung ke Amerika Serikat untuk belajar mengenai isu-isu lingkungan seperti pemanasan global, sampah, dan illegal logging. Tidak hanya sebatas isu lingkungan, kami juga dikenalkan dengan budaya, tempat-tempat wisata, dan sistem pemerintahan Amerika Serikat, kata Syahwil Saputra, Wakil 2, Duta Wisata Aceh 2015 kepada portalsatu.com, Selasa 7 Maret 2017.
Syahwil menyebutkan dirinya berkesempatan ke Amerika mengikuti program Young Southeast Asian Leaders Initiative, (YSEALI), Academic Fellows 2016 di Universitas Montana.
YSEALI merupakan sebuah program, kepemudaan yang diinisiasi oleh presiden Barack Obama sejak tahun 2013. Selama mengikuti program, dirinya mengunjungi banyak tempat menarik di Amerika salah satunya adalah Reservasi suku Indian yang ada di Montana. Tempat ini merupakan salah satu dari sekian banyak reservasi yang ada di Amerika yang masih mempertahankan tradisi dan budaya asli suku Indian.
Sejarah mencatat bahwa suku Indian merupakan penduduk asli Amerika. Menurut pakar antropologi, suku Indian sudah ada di benua Amerika sejak 20.000 tahun yang lalu. Mereka tiba di sana karena mengikuti hewan buruan hingga melewati Selat Bering yang merupakan batas antara Benua Asia bagian timur dan Benua Amerika bagian barat. Istilah Indian sendiri berasal dari bangsa Eropa yang datang ke Amerika pada abad ke 16. Mereka mengira telah tiba di India, salah satu negara di Benua Asia, sehingga mereka menamai penduduk asli Amerika dengan Indian.
Berbicara tentang suku Indian di Montana, ada beberapa suku yang terkenal seperti Salish, Kootnei, dan Kalispel. Selaku suku minoritas di Amerika, kehidupan mereka terancam. Banyak lahan mereka diambil oleh pemerintah sehingga suku Indian ini menyebar ke negara bagian lain. Namun, masih banyak juga yang merasa nyaman tinggal di reservasi. Uniknya, walaupun sebagai penduduk minoritas Amerika, suku Indian ini memiliki hukum dan pemimpin sendiri terlepas dari peraturan yang diterapkan oleh pemerintah Amerika.
Kami mengunjungi reservasi suku Indian Flathead yang ada di Montana. Di sana kami menyaksikan bagaimana mereka hidup di dalam tepee, rumah tradisional suku Indian seperti tenda berbentuk kerucut. Rangkanya terbuat dari kayu dan dindingnya dari kulit hewan atau kulit kayu, sebut Syahwil.
Kata Syahwil, dia bersama temannya berjumpa dengan Mr. Robert McDonald. Dia merupakan juru bicara suku Indian Salish dan Kootnei yang ada di Reservasi Flahead.