TAPAKTUAN – Dinas Pariwisata Aceh Selatan berencana membangun proyek water park senilai miliaran rupiah sumber anggaran APBN tahun 2017 di atas tanah seluas 1 hektare di lokasi objek wisata Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan.
Sebelumnya, di lokasi tersebut telah dibangun proyek water boom menggunakan sumber anggaran APBK Aceh Selatan tahun 2013 senilai Rp 2 miliar. Namun proyek yang bertujuan memajukan dunia pariwisata Aceh Selatan tersebut mangkrak atau terbengkalai dalam jangka waktu lama dengan alasan dan penyebab tidak jelas.
Menyikapi persoalan itu, Pj Keuchik Gampong Panjupian, Harmaini, mengatakan, jika program pembangunan proyek water park jadi direalisasikan, bangunan proyek water boom yang sudah lama mangkrak terpaksa dirobohkan karena konstruksinya sudah tidak kuat lagi.
“Kemungkinan besar yang masih bisa di manfaatkan itu hanya bangunan pagar, satu unit bangunan tempat ganti pakaian dan dua unit pondok lesehan. Selebihnya seperti bangunan tempat meluncur dan kolam terpaksa harus di robohkan karena tidak bisa dimanfaatkan lagi,” kata Harmaini kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu 4 Maret 2017.
Untuk merealisasikan program tersebut, lanjut Harmaini, Dinas Pariwisata Aceh Selatan telah menurunkan tim konsultan perencanaan dari Solo, Jawa Tengah. Menurutnya, tim konsultan tersebut telah berpengalaman membangun proyek water park di sejumlah daerah Indonesia.
“Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, tim tersebut menyatakan bahwa lokasi tersebut sangat strategis dibangun water park. Selain debit airnya cukup juga kondisi alam sangat mendukung,” ujarnya.
Pihak masyarakat setempatpun, kata Harmaini, telah memberikan dukungan maksimal untuk pembangunan proyek water park pada tahun 2017 ini. Karena kehadiran proyek itu justru akan membawa keuntungan secara ekonomi luar biasa besar bagi masyarakat setempat.