BANDA ACEH – Alibanisa Zahabia (19 bulan), asal Desa Keude Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, lahir tanpa memiliki anus secara normal. Dia terpaksa buang air besar (BAB) melalui lubang darurat di bagian perutnya.
Sepintas, anak bungsu dari pasangan (almarhum) Abdussalam dan Yusnita (42) itu terlihat tak punya gangguan kesehatan. Seperti anak-anak seusianya, Alibanisa Zahabia tampak senang bermain bersama ibunya.
Yusnita menceritakan, Alibanisa Zahabia lahir secara normal. “Awalnya BAB masih normal. Lalu, hari kelima nangis terus, perutnya kayak busung, dan mengeluarkan darah di lubang anus, tidak bisa BAB lagi,” ungkap Yusnita saat ditemui portalsatu.com, di Banda Aceh, Senin, 22 Juni 2020. Dia ke Banda Aceh ke tempat adiknya.
Yusnita mengatakan, karena Alibanisa tidak bisa BAB lagi setelah lima hari lahir sehingga dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh. Selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Balita mungil itu didiagnosis mengidap penyakit Atresia Ani atau disebut anus imperforata. Dengan begitu perlu dilakukan operasi dan pembuatan lubang anus darurat di perut sebelah kiri supaya kotoran bisa keluar.
“Setelah operasi itu tiap hari harus menenteng kantong plastik kolostomi untuk menampung kotoran dipasang di bagian perutnya. Kantong itu satu kotak dijual Rp100 ribu. Satu hari kadang satu plalstik, kadang satu plastik bertahan tiga hari, tergantung kotoran yang dikeluarkan,” kata ibu empat anak ini.