INGGRIS – Penelitian terbaru menyarankan, memiliki kucing berpotensi terhadap beberapa gangguan mental karena kucing dapat menularkan parasit umum bernama toxoplasma gondii (T. gondii), yang terkait dengan masalah kesehatan mental seperti skizofrenia.
Namun, studi baru yang dipublikasikan dalam Psychological Medicine menunjukkan, memelihara kucing di masa hamil dan kanak-kanak tidak berisiko terhadap berkembangnya gejala psikotik–gangguan mental kronis yang menyebabkan pemikiran abnormal–selama masa remaja.
Penelitian ini mengamati hampir 5 ribu orang yang lahir pada 1991 atau 1992 yang disusul sampai umur 18 tahun, sesuai ditulis dari laman Medical Xpress, Kamis (23/2/2017).
Para peneliti mengumpulkan data, apakah di rumah memelihara kucing selagi ibu sedang hamil dan anak-anak mulai tumbuh dewasa.
“Pesan untuk pemilik kucing, tidak ada bukti kucing menimbulkan risiko bagi kesehatan mental anak-anak. Dalam penelitian kami, analisis disesuaikan pada awal kasus yang menyatakan, adanya hubungan kecil antara kepemilikan kucing dan gejala psikotik pada usia 13 tahun . Tapi ini karena ada faktor lain, seperti suasana rumah yang over-crowding (penghuni padat) dan status sosial ekonomi. Data menunjukkan, kucing tidak bisa disalahkan,” kata penulis Dr Francesca Solmi (University of College London Psychiatry).