Sebagian besar dari kita memiliki setidaknya satu titik geli di tubuh kita, entah telapak kaki, ketiak, pinggang, atau leher bagian belakang. Ketika seseorang menyentuh titik tersebut dan menggelitik kita, biasanya kita akan terkejut dan tertawa.
Tertawa ketika seseorang tiba-tiba menggelitik kita merupakan reaksi natural. Tawa tak terkendali dalam kondisi ini terjadi akibat panik ringan yang Anda alami, yang mengarah ke perasaan geli paling intens. Bahkan, jika Anda tahu bahwa seseorang akan menggelitik Anda, rasa takut atau kekhawatiran bahwa kontak fisik akan menyakiti bisa menyebabkan Anda tertawa. Beberapa orang bahkan ada yang sangat mudah merasa geli, dan tertawa sebelum ia digelitiki.
Tapi mengapa kita tidak merasa geli jika menggelitiki diri sendiri?
Jawabannya terletak pada area otak yang disebut otak kecil (cerebellum), yang terlibat dalam pemantauan gerakan. Studi yang dilakukan oleh tim peneliti di University College London menunjukkan bahwa cerebellum dapat memprediksi sensasi yang ditimbulkan oleh gerakan kita sendiri, tetapi tidak jika gerakan itu dilakukan oleh orang lain.
Ketika Anda mencoba menggelitik diri sendiri, cerebellum memprediksi sensasi yang akan ditimbulkan, dan prediksi tersebut digunakan untuk membatalkan respon dari daerah otak lainnya, kata Sarah-Jayne Blakemore, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi.