SUBULUSSALAM - Kawanan gajah liar dilaporkan merusak puluhan hektare kebun kepala sawit masyarakat Kampung Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. "Gajah masuk ke dalam…
SUBULUSSALAM – Kawanan gajah liar dilaporkan merusak puluhan hektare kebun kepala sawit masyarakat Kampung Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
“Gajah masuk ke dalam kebun warga, akibatnya banyak tanaman kepala sawit rusak,” kata salah seorang pemilik kebun di Kampung Tangga, Likzen Manik, 34 tahun kepada portalsatu.com, Sabtu, 18 Februari 2017.
Ia menjelaskan, kawanan hewan lindungi itu diperkirakan berjumlah 2 ekor, masuk ke areal kebun masyarakat sejak Februari 2016 lalu. Sampai sekarang hewan tersebut masih berkeliaran di kawasan Tangga Besi.
“Tidak hanya sawit, tanaman lain juga rusak seperti kelapa, pisang, jengkol. Ditaksir ada puluhan hektare,” katanya menambahkan.
Likzen Manik mengatakan, umumnya tanaman sawit rusak masih berusia muda atau 6 tahun ke bawah. Tanaman itu rusak akibat dipijak-pijak dan dicabut oleh hewan yang memiliki belalai tersebut.
Sebelumnya, pada 14 Februari lalu, sejumlah warga Tangga Besi mendatangi Kantor DPRK Subulussalam. Mereka diterima Wakil Ketua DPRK Fajri Munthe, H. Luthan dan Heppy Sinaga serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Ketuhanan, Syafrianda, S.Hut., M.M.
Kedatangan belasan warga Tangga Besi dan masyarakat yang memiliki kebun di kawasan Tangga Besi itu meminta wakil rakyat supaya dapat mendatangkan tim BKSDA Aceh untuk mengusir kawanan gajah liar yang selama ini meresahkan petani di sana.
Pertemuan berlangsung sekitar 2 jam di salah satu ruang lantai II DPRK setempat. Fajri Munthe difasilitasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Syafrianda sempat berbicara melalui sambungan telphon dengan Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo terkait rencana pengusiran gajah liar tersebut.[]