ACEH merupakan satu kawasan yang memiliki banyak pegunungan, dan beberapa kawasan di Aceh sendiri masuk ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser. Berangkat dari hobi berkegiatan di alam bebas dan Tri Dharma perguruan tinggi, Metalik melepaskan tim pendakian putri lewat program penelitian Ekspedisi Jeumpa Metalik.
Program itu diberi judul Identifikasi Status Kualitas Hutan dengan Pengukuran Nilai Konservasi Tinggi, sebagai Penunjang Koridor Kawasan Ekosistem Leuser yang bertempat di Gampong Simpang Renggali Kecamatan Meusidah Bener Meriah. Tim melakukan penelitian lewat pendakian dimulai pada tanggal 1 sampai 10 Febuari 2017.
Selama perjalanan tim mendapatkan pengalaman baru lewat suasana pegunungan yang asri, dengan tingkat kelembaban yang tinggi, serta curah hujan yang besar. Merka melalui rute perjalanan dengan medan bebatuan, punggungan, dan menyusuri lembah. Terdapat juga patahan punggungan yang diakibatkan gejala alam, struktur tanah pada kawasan penelitian bertanah gambur dan tidak padat, sehingga membuat tim sedikit meningkatkan kewaspadaan di sepanjang jalur.
Observasi tim menemukan berbagai bekas cakaran beruang madu di batang pohon, jalur Gajah dan jejak Harimau Sumatra dibeberapa titik, serta juga berbagai jenis burung seperti Anggang, Elang gunung (Ictinaetus malayensis) dan Murai yang berkicauan menyambut kedatangan tim.
Tak hanya itu, selama pendakian tim menjumpai titik air yang mengalir dari lembah menuju perkampungan yang mana menjadi sumber air bersih warga yang tinggal di gampong tersebut. Kehidupan warga sekitar bermata pencarian utama sebagai petani kopi dengan berbagai varian.