LHOKSEUMAWE – Ratusan nelayan di kawasan Kampung Jawa Lama dan Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, mengeluh minimnya hasil tangkapan ikan, Jumat, 3 Februari 2017. Hal tersebut, kata mereka, akibat tercemarnya air laut dari limbah minyak beberapa hari lalu yang hingga kini belum jelas asalnya.
Hasil tangkapan kami saat air laut tercemar limbah minyak menurun drastis. Kami kan pakai pukat darat pastinya ikan yang kami jarring hanya berada 2 mil dari bibir pantai. Jika sudah tercemar begitu kan ikannya tidak ada, kata Nazar, salah seorang nelayan setempat ditemui portalsatu.com, Jumat sore.
Nazar mengaku ada turunnya hasil tangkapan itu sampai 70 persen semenjak tercemar air laut oleh limbah minyak itu padahal ratusan nelayan biasanya melabuhkan pukatnya dalam sehari sampai lima kali namun rata-rata hannya melabuhkan pukatnya dua atau tiga kali sehari.
Ada ratusan nelayan pancing dan pukat di kawasan ini enggan melaut, karena minimnya hasil tangkapan paska tercemarnya air laut,” jelasnya.
Selain itu, nelayan juga mengeluh hingga saat ini belum ada dinas terkait yang memberikan perhatian kepada mereka. Nazar yang mewakili ratusan nelayan dikawasan tersebut berharap, agar pemerintah bisa turun langsung melihat kondisi mereka saat ini termasuk terus mengendus penyebab pencemaran yang telah mengurangi pendapatannya.