BANDA ACEH - Perdebatan antara Irwandi Yusuf dengan Zakaria Saman terkait klaim kepemilikan ide Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) menorehkan luka bagi sebagian warga Aceh. Kenapa…
BANDA ACEH – Perdebatan antara Irwandi Yusuf dengan Zakaria Saman terkait klaim kepemilikan ide Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) menorehkan luka bagi sebagian warga Aceh. Kenapa tidak? Dalam perdebatan itu, sekonyong-konyongnya Irwandi menohok masalah pribadi Apa Karya lewat pernyataan yang dinilai tidak sepantasnya disampaikan di depan publik. Apalagi debat kandidat Gubernur Aceh tersebut disiarkan secara live di salah satu televisi swasta nasional, Selasa, 31 Januari 2017.
“Begini saja Apa Karya, bikin JKA itu mudah. Tapi yang lebih mudah lagi bikin anak. Tapi Apa Karya gak bisa (melakukan) itu,” kata Irwandi. (Lihat video: Program JKA Milik Siapa?)
Spontan netizen mempertanyakan kalimat yang disampaikan pasangan calon nomor urut 6 tersebut. Banyak yang mempertanyakan intelektualitas Irwandi selaku mantan Gubernur Aceh. Terlebih, Irwandi dan Apa Karya dulunya merupakan satu barisan dalam memperjuangkan keadilan Aceh.
Mengenai hal tersebut, Irwandi Yusuf melalui akun pribadi Facebook miliknya, meminta maaf kepada Apa Karya. Menurut Irwandi, apa yang disampaikannya kepada Apa Karya tersebut sebatas guyonan orang dewasa.
“Banyak orang mengkritik lelucon sangar saya terhadap Apa Karia. Sebenarnya jawaban saya bercampur humor dewasa level dewa itu sebagai respon thd kampanye Apa Karia yang bertubi2 mengejek JKA yang saya gagas itu adalah Jalan Kereta Api yang terlantar di Aceh Utara (tdk ada kaitannya dgn saya) minggu belakangan ini. Apa Karia selama ini terkenal karena mengolok2 lawan politiknya. Tak kurang Wali Nanggroe juga dioloknya. Tapi yang itu tadi memang saya maksudkan hanya sebatas guyonan orang dewasa. Kalau Apa Karia tersinggung, ya jangan tersinggunglah. Tapi kalau benar2 tersinggung, saya minta maaf se-maaf2nya. Sebenarnya, Apa Karia dan saya kalau bercanda, ya seperti itu….. Bagi kami itu normal saja,” tulis Irwandi, Rabu, 1 Februari 2017.
Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Samsul Bahri, menyebutkan akan menindaklanjuti dan meminta klarifikasi pasangan calon yang menyindir masalah pribadi kandidat lain dalam program Debat Kandidat Gubernur Aceh tersebut. Jika terbukti melakukan, maka kandidat yang bersangkutan akan diberikan sanksi.
Ya nanti kita lihat ya, kalau memang ada, terbukti, ada kejadian, nanti akan segera kita proses, kata Samsul Bahri saat dihubungi Portalsatu.com, Rabu, 1 Februari 2017.
Namun, dia mengaku Panwaslih Aceh belum menerima laporan terkait pernyataan Irwandi Yusuf tersebut. Dia juga mengaku sedang berada di Jakarta saat debat kandidat jilid tiga berlangsung di Amel Conventions Hall, Banda Aceh, kemarin.
Belum ada laporan. Permasalahan itu tidak boleh ya, nanti kita lihat dulu sebab saya sedang tidak ada di tempat. Saya sedang di Jakarta. Saya tidak menonton itulah, saya di Jakarta, kata Samsul Bahri.[]
Laporan: Muhammad Saifullah