PESTA demokrasi semakin dekat, suasana kian ” panas” persaingan di antara para kandidat baik pemilihan gubernur dan bupati. Kampanye para kandidat sangat gencar dilakukan oleh para timses.
Pemandangan dan fenomena “memanasnya” sangat terasa di wiliyah Pidie. Apapun ceritanya Pidie merupakan sebagai daerah sentral dalam kancah perpolitikan di nanggrou endatu, terlebih para kandidat gubernur daan bupati di dominasi oleh anak didikan sang deklarator Aceh Merdeka Teungku Hasan Di Tiro. Bahkan dua diantara kandidat gubernur Aceh merupakan putra asli Pidie, Zakaria Saman yang sering akrab di sapa Apa Karya dan Zaini Abdullah Gubernur non aktif dengan panggilan akrabnya Dato Zaini.
Di balik suasana panasnya menjelang pemilihan orang nomor satu di Aceh, terhiasai sebuah pemandangan di kecamatan Kembang Tanjung sebagai daerah pertama kali menapakkan kakinya di bumi Aceh untuk mendeklarasikan “Aceh Merdeka”, tepatnya gampong Lamkawe, terpapang pada pagar persawahan milik warga terpasang spanduk semua kandidat Gubernur Aceh pada periode 2017-2022 secara beurutan dan berjejer.
Di balik pemandangan pemasangannya pun berurut sesuai nomor urut calon, dimulai nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan dihiasi pagar masyarakat yang ditancapkan pemasangan menggunakan tali tanpa paku disandingkan pada batang pepohonan jeuneurop “Bak Siren” dan dibantu oleh saudaranya ” Bak Keurundong” sebagai kuda-kuda. Ini sebuah sinyal bahwa persaudaraan dan kebersamaan dalam menyukseskan pilkada sebagai nilai etika yang harus diteladani oleh pelaku politik baik sebagai kandidat bupati dan gubernur.