TEXAS — Selang beberapa jam usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani surat perintah eksekutif soal pembatasan masuknya imigran asal tujuh negara mayoritas Muslim, sebuah masjid di Victoria, Texas, terbakar, Sabtu (28/1) dini hari waktu setempat. Ribuan warga Amerika Serikat mengungkapkan simpati dan dukungan terhadap pembangunan kembali masjid tersebut.
Lewat laman crowdfunding atau pengumpulan dana massal, Gofundme, setidaknya sekitar 12.836 orang tercatat memberikan donasi untuk biaya pembangunan kembali masjid sekaligus Islamic Center di Kota Victoria tersebut. Bahkan, hingga Ahad (29/1) malam, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 6 miliar.
Dalam laman Gofundme for Victoria Islamic Center tersebut tertulis keterangan untuk memberikan dukungan terhadap masjid tersebut. ''Curahan cinta, kata-kata indah, pelukan, uluran tangan, dan kontribusi finansial adalah contoh dari semangat asli Amerika,'' tulis keterangan tersebut seperti dikutip Al Arabiya, Senin (30/1).
Saat ini, pihak Kepolisian Texas dan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) tengah melakukan investigasi terkait penyebab kebakaran tersebut. Salah satu masjid terbesar di Kota Victoria itu memang kerap menjadi sasaran kejahatan kebencian dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, sepekan sebelum kebakaran, masjid tersebut sempat dirampok dan menyebabkan hilangnya laptop dan sejumlah peralatan elektronik.