BANDA ACEH – Tim Riset Robotika, Otomasi, dan Kontrol Universitas Syiah Kuala (Robokon Unsyiah) mengembangkan sistem pendeteksian posisi korban bencana alam dengan menggunakan mobile platform.
Ketua Tim Robokon Unsyiah, Aulia Rahman S.T, M.Sc mengatakan, riset Robokon ini dilakukan oleh tim dari Jurusan Teknik Elektro dan Komputer Fakultas Teknik Unsyiah. Sistem pendeteksi yang dikembangkan tersebut diintegrasikan pada mobile platform berupa robot mobil 4WD yang dapat dikendalikan dari jarak tertentu.
Sistem pendeteksi korban bencana ini memanfaatkan teknologi Passive Infra Red (PIR), yaitu dengan mendeteksi suhu tubuh korban yang masih hidup, kata Aulia Rahman melalui siaran pers, Jumat, 27 Januari 2017.
Ia menjelaskan, selanjutkan data hasil pendeteksian posisi korban tersebut dikirim secara wireless ke server tim rescue untuk dianalisa dan ditandaklanjuti secara cepat. Jadi kerja tim penolong menjadi lebih efektif dalam menemukan korban bencana berdasarkan petunjuk dari sistem tersebut.
Di samping itu, korban bencana yang masih ada harapan hidup, dapat ditangani oleh tim medis lebih cepat, jelasnya.
Sementara itu, Ketua Laboratorium Sistem Kendali Unsyiah, Alfatirta Mufti, S.T M.Sc menambahkan, penelitian ini salah satu kegiatan yang didanai dari Hibah Laboratorium Unsyiah tahun 2016. Hibah tersebut dimenangkan oleh Laboratorium Sistem Kendali Jurusan Teknik Elektro dan Komputer Unsyiah.