LHOKSUKON - Siswa di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, kesulitan pergi ke sekolah karena jarak tempuh dari rumah ada yang lebih dari 10 kilometer. Hal itu terjadi…
LHOKSUKON – Siswa di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, kesulitan pergi ke sekolah karena jarak tempuh dari rumah ada yang lebih dari 10 kilometer. Hal itu terjadi karena bus sekolah yang diperuntukkan bagi kawasan pedalaman itu tidak beroperasi sejak pertengahan Desember 2016.
Hasan Ismail, Komite SMA Negeri 1 Langkahan, Rabu, 18 Januari 2017 menyebutkan, banyak wali murid melaporkan anaknya tidak ke sekolah karena jarak tempuh yang jauh antara rumah dan sekolah. Terutama yang tinggal di kawasan Buket Lienteung. Biasanya mereka ke sekolah naik bus, tapi sudah sebulan bus tidak beroperasi.
“Selama ini, siswa yang naik sepeda motor atau sepeda dayung sering terlambat tiba di sekolah, mengingat jalan di Langkahan rusak parah. Alhasil sekolah tidak bisa menerapkan disiplin. Ini mengganggu proses belajar,” ujarnya.
Terkait persoalan ini, Hasan Ismail dan juga wali siswa berharap Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Aceh Utara segera mengoperasikan kembali bus tersebut. Di Langkahan hanya ada satu SMA, jadi anak-anak dari Buket Linteung juga sekolah di sini,” tukasnya.
Secara terpisah, Kepala Dishubparbud Aceh Utara, Fathullah Badli mengatakan, bus itu rusak, makanya tidak beroperasi Namun pihaknya baru dikabari bus itu rusak setelah lama tak beroperasi.
“Saat ini bus sedang dalam perbaikan di bengkel. Kami juga telah sampaikan ke pihak bengkel agar perbaikan dilakukan cepat. Para sopir yang mengelola bus juga kami imbau agar hanya mempergunakan bus untuk keperluan siswa sekolah saja, sehingga tidak cepat rusak. Apalagi itu bus baru,” katanya. []