TAPAKTUAN – Dampak bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Selatan khususnya wilayah Kecamatan Trumon Raya beberapa waktu lalu mengakibatkan menurunnya produktivitas sawit di daerah tersebut. Kondisi ini sangat merugikan petani setempat karena kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai Rp 1.700/Kg tidak didukung dengan hasil produksi yang maksimal.
“Banjir besar yang melanda wilayah Trumon Raya beberapa waktu lalu mengakibatkan kelapa sawit yang sudah berproduksi terendam air selama 3 hingga 4 hari sehingga mengakibatkan TBS membusuk. Kondisi ini secara otomatis mengakibatkan menurunnya produktivitas sawit,” kata Camat Trumon Timur T Masrizar di Tapaktuan, Senin, 16 Januari 2017.
Mengingat sangat luas lahan perkebunan sawit yang terendam banjir, kata dia, maka penurunan hasil produksi komoditas tersebut sekarang ini mencapai 50 persen dari kondisi normal.
Untuk kembali lagi seperti kondisi normal, sambung Masrizar, petani setempat harus menunggu selama 7 bulan ke depan. Itupun jika bencana banjir luapan tidak terulang lagi. Rentang waktu selama 7 bulan tersebut, bukanlah waktu yang singkat bagi petani setempat. Sehingga untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari mereka terpaksa mencari pekerjaan sampingan.
Khususnya di wilayah Kecamatan Trumon Timur mayoritas lahan yang tersedia sudah ditanami sawit sehingga sangat sulit dijumpai lahan persawahan. Artinya bahwa mayoritas masyarakat sudah menggantungkan mata pencahariannya di sektor perkebunan sawit. Maka ketika dihadapkan pada persoalan bencana banjir yang mengakibatkan hasil produksi sawit mereka menurun drastis, maka secara otomatis juga berdampak terhadap perekonomian, apalagi harus menunggu selama 7 bulan ke depan untuk kembali ke kondisi normal, katanya.
Karena itu, pihaknya mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh segera mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan banjir luapan yang saban tahun selalu menimpa masyarakat di wilayah Trumon Raya. Sebab bencana banjir di wilayah tersebut selain diakibatkan tingginya intensitas curah hujan sehingga meluapnya daerah aliran sungai juga disebabkan banjir kiriman dari kabupaten tetangga seperti Aceh Tenggara, Subulussalam dan Aceh Singkil.
Dalam menanggulangi bencana banjir di Trumon Raya tersebut, Pemerintah Aceh harus menjalin koordinasi secara maksimal dengan beberapa pemerintah daerah terkait sehingga penanganannya dapat dilakukan secara komprehensif. Dengan penanggulangan secara menyeluruh tersebut diyakini akan mampu mengatasi banjir kiriman yang sering terjadi selama ini, pintanya.
Di bagian lain, T Masrizar menyatakan kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit sebesar Rp 400/Kg yakni dari Rp 1.300/Kg menjadi Rp 1.700/Kg sejak beberapa pekan terakhir, telah memacu para petani di Aceh Selatan lebih giat lagi menggarap lahan perkebunannya. Namun warga setempat tetap masih berharap kenaikan ini terus berlanjut hingga tembus Rp 2.000/Kg.