JANTHO – Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda berencana mengembangkan area komersial untuk menambah fasilitas sarana dan prasarana di kawasan tersebut.
Rencana tersebut merupakan tindaklanjut dari penyerahan hak pengelolaan lahan dari Pemerintah Provinsi Aceh ke pihak PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda seluas 51 hektar.
Area komersial itu terdiri dari hotel, kawasan pergudangan, area wisata, dan permainan anak. Dengan dinobatkannya Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda sebagai World/s Besat Airport for Halal Travellers dalam World Halal Tourism Award 2016, kami akan selalu melakukan pembenahan dan peningkatan, kata General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Surahmat di Aceh Besar, Selasa (10/1/2017).
Menurutnya, keberadaan hotel misalnya, terkonsentrasi di pusat kota yakni Banda Aceh. Padahal, letak bandara yang notabene berlokasi di Kabupaten Aceh Besar cukup jauh dari pusat kota Aceh sehingga keberadaan hotel transit akan memudahkan penumpang pesawat yang memiliki jadwal penerbangan pada pagi hari.
Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada investor terkait untuk mendukung peningkatan potensi di sektor aero dan non-aero Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Proses penawaran tersebut masih menunggu hasil kajian darivisibility study yang dilakukan oleh calon mitra terkait potensi bisnis di bandara ini.