BANDA ACEH – Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Banda Aceh, Provinsi Aceh, menegaskan bahwa pencarian dua wisatawan warga negara asing yang dilaporkan hilang di wilayah Pulau Sumatera akan terus dilakukan sesuai standar operasional prosedur.
Kepala Kantor SAR Banda Aceh Suyatno, di Meulaboh, Minggu (8/1/2017) malam, menjelaskan, berdasarkan penelusuran, pihaknya mendapatkan tanda-tanda keberadaan lokasi terakhir dua WNA tersebut, yakni di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.
“Informasi awal hilang warga asing itu dari Kedutaan Besar Jerman awal 2017, kemudian dikirim ke kantor SAR, kemudian kami menggali informasi dari semua lini. Dalam laporan itu tidak disebutkan dimana, hanya di pulau terpencil di Sumatera,” katanya lagi.
Suyatno menyebutkan, kedua WNA tersebut, yakni Yvan Ghislain Nico Meers (36), warga negara Belgia, jenis kelamin laki-laki, dan Lina Kall (31), warga negara Jerman, perempuan. Pencarian keduanya telah mulai dilakukan sejak Jumat (6/1/2017) siang.
Pencarian dilakukan pihaknya dengan kekuatan Satgas SAR Pulau Banyak, TNI AL, polisi perairan serta unsur terkait lainnya.
Upaya pencarian dilakukan menyisir pulau-pulau terluar, mencari informasi dari saksi mata dan tanda-tanda keberadaan kedua WNA itu.
Menurutnya, operasi tersebut dimulai dengan mengumpulkan saksi-saksi yang melihat dan menemukan tanda-tanda keberadaan kedua WNA itu, namun kantor SAR Banda Aceh belum berani menyatakan jadwal pasti kedatangan mereka ke daerah tersebut.
Koordinator Pos SAR Simeulue yang membawahi Satgas SAR Pulau Banyak, Rahmad Kenedy menambahkan, Satgas SAR telah mendarat di tujuh pulau terluar kawasan yang dicurigai keberadaan WNA itu berdasarkan keterangan dari saksi.