SAAT dunia hampir kiamat, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa nantinya ketika Nabi Isa telah turun kembali di akhir zaman, dikabarkan jika beliau akan salat di belakang Imam Mahdi. Yakni menjadi makmumnya.
Saat itu antara Isa dengan Imam Mahdi saling beradu argumen untuk jadi Imam. Isa menyuruh Imam Mahdi juga sebaliknya. Alhasil Imam Mahdi jadi Imam sedangkan Isa jadi makmum. Hal ini di sebutkan dalam sebuah riwayat dari Jabir bin Abdillah, Nabi Saw bersabda: “Sekelompok dari umatku ada yang akan terus membela kebenaran hingga hari kiamat. Menjelang hari kiamat turunlah Isa bin Maryam. Kemudian pemimpin umat Islam saat itu berkata, (Wahai Nabi Isa), pimpinlah shalat bersama kami. Nabi Isa pun menjawab, Tidak. Sesungguhnya sudah ada di antara kalian yang pantas menjadi imam (pemimpin). Sungguh, Allah telah memuliakan umat ini.
Hadist di atas didukung pula oleh hadist lain, bunyinya: “Bagaimana kalian jika Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian dan imam kalian dari kalangan kalian sendiri? (HR. Muttafun alaih)
Sebagaian ulama seperti Abu Dzar Al Harawiy, dari Al Jauzaqi dan lainnya menyebutkan bahwa makna “Imamukum minkum (Imam kalian adalah dari kalian sendiri), yaitu imam tersebut berhukum dengan Alquran dan bukan dengan Injil. Argumen ini disokong pula oleh pendapat Ibnu At Tiin, beliau mengatakan, Makna Imamukum minkum (Imam kalian adalah dari kalian sendiri), yaitu bahwa syariat Nabi Muhammad itu akan terus dipakai hingga hari kiamat.
Berdasarkan pembahasan di atas dapat diambil natijah (kesimpulan)nya bahwa Imam Mahdi sebagai imam (pemimpin) kaum muslimin ketika itu. Termasuk pula Nabi Isa alaihis salam, beliau akan bermakmum di belakang Imam Mahdi. Beliau pun akan mengikuti syariat Islam.