BANDA ACEH – Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala menciptakan inovasi baru bidang transportasi laut yaitu perahu Katamaran. Perahu dengan dua lambung ini dibuat dengan melibatkan dosen serta mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Unsyiah di Laboratorium Desain Manufaktur (LDM), Fakultas Teknik Unsyiah.
Dr. Zahrul Fuadi, S.T.,M.Sc selaku Team Leader proyek Perahu Katamaran ini menjelaskan, inspirasi membuat perahu ini karena melihat besarnya potensi wisata laut yang ada di Aceh. Di mana hampir setiap pesisir pantai Aceh dipenuhi oleh orang-orang yang memancing.
Jadi biasanya kan orang mancing itu di pinggir. Nah kita melihat potensi platform atau anjungan memancing. Jika mereka naik perahu ini kira-kira 1 2 KM dari laut maka hasil yang mereka peroleh tentu lebih besar, ujar Zahrul Fuadi melalui siaran pers, Rabu, 4 Januari 2016.
Alasan lainnya, lanjut Zahrul, karena perahu Katamaran memiliki keunikan tersendiri yaitu memiliki dua lambung sehingga jika berada di laut bisa lebih stabil ketika disapu ombak. Oleh karena itu, salah satu keunggulan dari perahu katamaran Unsyiah ini adalah bahan dasarnya terbuat dari serat fiber, dan dapat menampung 700 Kg muatan atau setara 5 7 orang.
Kita sengaja pilih serat fiber karena beberapa keunggulannya seperti ringan, mudah digunakan tahan terhadap parasite, air asin, cuaca, serta tidak mudah lapuk seperti kayu, ucap Zahrul yang yang juga Wakil Dekan II FT Unsyiah ini.
Sumber dana pembuatan perahu ini adalah dana Iptek Bagi Masyarakat (IBM) melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unsyiah. Dengan waktu efektif pengerjaan selama 1 bulan. Proyek ini dipimpin langsung M. Tajuddin. S.T.M.Eng. Sc sebagai ketua Tim serta melibatkan sekitar 7 orang mahasiswa Unsyiah. Saat ini perahu Katamaran Unsyiah tersebut telah selesai 90%.