MEUREUDU - Dereksi dan karyawan PT Semen Tonasa dari Makasar, menyalurkan bantuan untuk korban gempa Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bantuan yang diserahkan pada Selasa 3 Januari 2017…
MEUREUDU – Dereksi dan karyawan PT Semen Tonasa dari Makasar, menyalurkan bantuan untuk korban gempa Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bantuan yang diserahkan pada Selasa 3 Januari 2017 untuk memulihkan kembali perekonomian masyarakat korban di pesisir Pidie Jaya.
Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 303 juta itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala Departemen Sekretaris Perusahaan, Arifin didampingi Ketua Serikat Karyawan Semen Tonasa (SKST) Harry Kurniawan, kepada Koordinator Posko PT Semen Indonesia Aceh (SIA) Tarmidzi didampingi Humas SIA, Marjoni di Kantor PT. SIA Kampong Baro, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.
Menurut Arifin, bantuan tersebut bukanlah dari perusahaan, tetapi hasil sumbangan Dereksi dan karyawan dari PT Tonasa yang dikumpulkan secara suka rela atas kepedulian mereka terhadap saudaranya yang menimpa musibah gempa di Aceh.
Bantuan seluruhnya terkumpul sebesar Rp 630 juta, namun kita sudah salurkan pada tahap pertama pasca gempa sebesar Rp326.553.000. Bantuan waktu itu dalam bentuk tenaga medis, obat-obatan dan perangkat medis, terangnya
Setelah dilakukan pemantauan akan kebutuhan para korban gempa, saat ini pemulihan infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat pasca gempa menjadi perioritas semua pihak. Mengingat Pemerintah lebih fokus dan konsentrasi pada pembangunan infrastruktur, maka pihaknya memilih membantu pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat korban terutama di wilayah pesisir.
Kita fokus untuk membangkitkan kembali usaha mikro masyarakat seperti pemberdayaan dapur garam Lancang, Budi daya tambak di Kecamatan Bandar Bariu serta pengelolaan ikan di Kecamatan Panteraja, papar Arifin dengan harapan bantuan mereka tepat sasaran sehingga roda perekonomian masyarakat korban kembali berdenyut.
Koordinator Posko PT SIA, Tarmidzi, mengatakan pihaknya akan menyalurkan bantuan dalam bentuk barang dan pendampingan, bukan dalam bentuk tunai. Hal itu dilakukan agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat tercapai dan masyarakat dapat berdikari sendiri.
Kita akan melaksakan program pendapingan hingga 6 bulan ke depan dan fokus pada masyarakat yang mata pencahariannya hilang akibat gempa, jelas Tarmidzi.[]