LHOKSEUMAWE – Puluhan Mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhokseumawe melakukan audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di ruang serbaguna kantor DPRA, Senin kemarin. Di depan dewan, mahasiswa Unimal meminta kepada DPRA atau Komisi VII yang membidangi ketenaga kerjaan untuk turun tangan terhadap proses penerimaan karyawan PT. PIM.
Dalam perekrutan karyawan PT PIM kita berharap untuk lebih mempriotaskan putra daerah di lingkungan Perusahaan. Terkait kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi yang ada di Aceh dalam perekrutan karyawan di PIM ini ada sedikit rancu, karena ditakutkan akan lebih memprioritaskan lulusan dari perguruan tinggi tersebut, kata Muhammad Ali dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, 3 Januari 2017.
Ali menambahkan jika perekrutan dilakukan dengan melibatkan hanya satu perguruan tinggi maka akan ada kecemburuan sosial dari kampus yang lain. Menurut Ali, apalagi di sekitar perusahaan tersebut ada 3 perguruan tinggi negeri lainya yang harus lebih dulu diprioritaskan.
Sebaiknya perekrutan karyawan yang dilakukan oleh perusahan BUMN itu dapat di lakukan oleh pemerintah yaitu melalui Disnaker seperti yang telah dilakukan oleh PT. Medco di Aceh Timur. Jika PT. PIM lebih percaya kepada perguruan tinggi maka libatkan perguruan-perguruan tinggi yang dianggap tepat dalam perekrutan ini, sebut Ali.