SANGAT banyak ulama yang mengupas bahwa Isa dari keturunan nabi dalam banyak karya. Sebagian menyebutkan sekitar 65 ulama dalam karya mereka juga menegaskan pembahasan itu. Sementara itu Syeikh Najmuddin al-Askari dalam kitabnya berjudul al-Mahdi al-Mauûd al-Muntazhar menyebutkan 40 nama mereka. Dalam pandangan Syeikh Luthfullah ash-Shafi dalam Muntakhab al-Atsar menyebtukan26 nama. (al-Imam al-Mahdi min al-Mahdi ilâ azh-Zhuhûr, karya Allamah Muhammad Kazhim al-Qazwini: 97-100).
Sekian banyak di antaranya adalah pertama, Ali bin Husain al-Masudi. Beliau menulis: Pada tahun 260, Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Jafar bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib as meninggal dunia pada masa kekhilafahan al-Mutamid al-Abbasi. Ketika meninggal dunia, beliau baru berusia 29 tahun. Ia adalah ayah Mahdi al-Muntazhar. (kitab Murûj adz-Dzahab:IV:199, cetakan Mesir 1377 M).
Kedua, Syeikh Abd. Wahhab asy-Syarani. Beliau menegaskan: Mahdi adalah salah seorang dari putra-putra Imam Hasan al-Askari as. Sosok itu dilahirkan pada malam nishfu Syaban 255. Ia hidup (hingga sekarang) sehingga beliau berjumpa dengan Nabi Isa as (kelak). ( Kitab Al-Yawâqît wa al-Jawâhir: 145, cetakan Mesir 1307 M.). Ketiga Syeikh Abdullah asy-Syabrawi. Beliau menulis: Imam kesebelas adalah Hasan al-Askari. Ia lahir di Madinah pada tanggal 8 Rabiul Awal 232, dan pada tanggal 8 Rabiul Awal 260 meninggal dunia pada usia dua puluh delapan tahun. Cukuplah menjadi sebuah kebanggaan baginya bahwa beliau adalah ayah Imam Mahdi al-Muntazhar. Imam Mahdi dilahirkan di Samirra` pada malam Nishfu Syaban 255, lima tahun sebelum kewafatan ayahnya. Dari sejak dilahirkan, ayahnya selalu menyembunyikannya dari pandangan umum karena beberapa problem (yang menuntut) dan kekhawatiran terhadap ulah para Khalifah Abbasiah. Karena Bani Abbas selalu mencari-cari keluarga Rasulullah dan menjatuhkan hukuman terhadap mereka, membunuh atau menggantung mereka. Hal itu dikarenakan mereka berkeyakinan bahwa dinasti kerajaan mereka akan musnah di tangan keluarga Muhammad. Yaitu, di tangan Imam Mahdi as. Dan mereka mengetahui realita ini dari hadis-hadis yang mereka dengar dari Rasulullah SAW( Al-Ittihâf bi Hubb al-Asyrâf, hal. 178, cetakan Mesir 1316 H ).
Keempat, Syamsuddin bin Khalakan. Beliau menulis: Abul Qasim Muhammad bin Hasan al-Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad adalah imam Syiah yang kedua belas. Julukannya yang terkenal adalah al-Hujjah. Syiah menjulukinya dengan al-Muntazhar, al-Qâ`im dan al-Mahdi. Ia dilahirkan pada hari Jumat, 15 Syaban 255. Ketika ayahnya meninggal dunia, usianya baru lima tahun. Nama ibunya adalah Khamth, dan menurut pendapat sebagian ulama, Narjis. (Tarikh Ibnu Khalakan (Wafayât al-Ayân):III:316, cet Mesir).