BANDA ACEH – Sejarawan Aceh, Drs. Rusdi Sufi, menyebutkan pohon geulumpang atau sterculia foetida yang ada di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, bukan pohon asli yang ditanam oleh Belanda. Pohon sterculia foetida yang menjadi penanda lokasi kematian Jenderal Belanda, Kohler, sudah ditebang masa kepemimpinan Gubernur Ibrahim Hasan.
Pohon geulumpang (Kohler) ini memang pohon yang ditanamkan kemudian hari. Di sana merupakan tempat Kohler mati, salah satu tentara Belanda di saat memerangi Aceh, kata Rusdi Sufi saat dihubungi oleh portalsatu.com, Minggu, 22 November 2015.
Dia mengatakan sisa sterculia foetida atau bak geulumpang yang kemudian dikenal pohon kohler tesebut kini bisa ditemui di bawah Rumah Aceh di Museum Aceh, Banda Aceh. Rusdi Sufi mengatakan Pemerintah Daerah Aceh menanam kembali pohon sterculia foetida tersebut pada 1980-an. Penanaman ulang pohon sejenis ini sebagai pengingat sejarah kegemilangan Aceh. Selain menanam kembali sterculia foetida, Pemerintah Aceh saat itu juga membuat prasasti yang menjelaskan tentang kematian Kohler.