TERKINI
KAMPUS

Sejarawan Aceh: Prasasti Kohler Itu Jangan Dihilangkan

Rusdi Sufi mengatakan Pemerintah Daerah Aceh menanam kembali pohon sterculia foetida tersebut pada 1980-an.

ISKANDAR NORMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.3K×

BANDA ACEH – Sejarawan Aceh, Drs. Rusdi Sufi, menyebutkan pohon geulumpang atau sterculia foetida yang ada di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, bukan pohon asli yang ditanam oleh Belanda. Pohon sterculia foetida yang menjadi penanda lokasi kematian Jenderal Belanda, Kohler, sudah ditebang masa kepemimpinan Gubernur Ibrahim Hasan.

“Pohon geulumpang (Kohler) ini memang pohon yang ditanamkan kemudian hari. Di sana merupakan tempat Kohler mati, salah satu tentara Belanda di saat memerangi Aceh,” kata Rusdi Sufi saat dihubungi oleh portalsatu.com, Minggu, 22 November 2015.

Dia mengatakan sisa sterculia foetida atau bak geulumpang yang kemudian dikenal pohon kohler tesebut kini bisa ditemui di bawah Rumah Aceh di Museum Aceh, Banda Aceh. Rusdi Sufi mengatakan Pemerintah Daerah Aceh menanam kembali pohon sterculia foetida tersebut pada 1980-an. Penanaman ulang pohon sejenis ini sebagai pengingat sejarah kegemilangan Aceh. Selain menanam kembali sterculia foetida, Pemerintah Aceh saat itu juga membuat prasasti yang menjelaskan tentang kematian Kohler.

“Prasasti ini yang seharusnya jangan dipindahkan, karena jika ini juga dihilangkan jelas sejarah tetang Kohler tersebut akan sirna di Aceh. Kalau tempat-tempat museum sejarah di kota lain, hal-hal seperti ini dilestarikan,” ujarnya.

Ia menyesalkan kebijakan pemerintah daerah atau pelaksana proyek yang menebang dan memindahkan prasasti Kohler tersebut. “Setidaknya prasasti itu jangan dihilangkan karena benda tersebut adalah bukti kemenangan kita Aceh telah mampu mengalahkan Belanda,” ujar Rusdi.[]

ISKANDAR NORMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar