Padahal di persimpangan ini terdapat tugu tentara pelajar setinggi 17 meter dengan diameter bawah 45 meter.
BANDA ACEH – Simpang ini berada di kawasan Jalan Teuku Nyak Arief, atau tepatnya di Gampong Jeulingke, Banda Aceh. Namanya Simpang Mesra. Simpang ini kerap dilalui oleh mahasiswa dari dua universitas terkemuka di Darussalam, Banda Aceh.
Lantas kenapa masyarakat Kota Banda Aceh menabalkan simpang ini dengan sebutan Simpang Mesra?
Sejarawan Aceh, Rusdi Sufi, mengatakan lokasi ini disebut Simpang Mesra karena putarannya yang terlalu melengkung. Jika pengendara sepeda motor melewati jalan ini, maka orang yang dibonceng mau tidak mau harus bersandar atau berpegangan erat pada pengemudi sepeda motor. Sehingga setiap orang yang melalui persimpangan tersebut dipaksakan “mesra” menurut keadaan.
Sekitaran tahun 80-an lah istilah ini menjadi sebutan bagi masyarakat Aceh yang hingga saat ini masih dengan sebutan tersebut. Dulu ketika orang melewati simpang ini, jika ada istri di belakang memeluk suaminya karena lengkungnya putaran simpang, kata Rusdi yang juga tercatat sebagai Dosen Sejarah FKIP Unsyiah ini kepada portalsatu.com, Minggu, 22 November 2015.
Padahal di persimpangan ini terdapat tugu tentara pelajar setinggi 17 meter dengan diameter bawah 45 meter. (Baca: Simpang-simpang Ini Jadi Ikon Kota Banda Aceh)
Meskipun di sana terdapat tugu tentara pelajar, tetapi jarang masyarakat yang menyebutnya simpang tentara pelajar, melainkan Simpang Mesra karena alasan di atas tadi, ujar Rusdi.
Informasi lainnya juga menyebutkan sejarah awal penamaan Simpang Mesra. Konon di era 80-an, Darussalam dijejali dengan bus produksi India sebagai moda transportasi mahasiswa. Bus ini memiliki tubuh yang lebar dan disebut dengan “Robur atau Lobur”.
Pada masanya, bus ini menjadi sarana transportasi populer bagi mahasiswa menuju kampus di Darussalam. Selain biayanya murah, bus ini juga kerap disasar para mahasiswa pria lantaran melewati bundaran yang kemudian dikenal Simpang Mesra.
Pasalnya, setiap kali bus berbadan besar dan panjang tersebut melewati bundaran ini, maka penumpang yang duduk maupun berdiri di dalam robur akan mengikuti arah badan mobil. Dengan kata lain, mau tidak mau, penumpang akan saling berdempetan antara sesama. Baik itu penumpang pria maupun wanita.
Sejak adanya robur tersebut, nama persimpangan yang terdapat Tugu Tentara Pelajar ini kian santer dikenal dengan Simpang Mesra. Kondektur alias kernet bus Robur juga sering menyebutnya dengan Simpang Mesra.[]