SUBULUSSALAM – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Subulussalam angkat bicara terkait aksi demo guru PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat pagi.
“Kepala dinas jangan banyak retorika dan janji-janji. Segera berbenah jangan sempat meninggalkan persoalan pendidikan yang menumpuk, dan ini akan jadi 'bom waktu' untuk masa akan datang. Juga kami ingatkan untuk dikurangi urusan ke luar daerah, perbaiki dulu internal biar kuat dan kokoh,” kata Ketua MPD Subulussalam Jaminuddin dalam siaran pers diterima portalsatu.com, Jumat, 30 Desember 2016, sore.
Jaminuddin menyayangkan aksi demo guru PNS sampai terjadi akibat kepala dinas terkait dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.
Menurut Jaminuddin, demo guru PNS hari ini baru pertama kali terjadi sejak Subulussalam mekar dari Kabupaten Aceh Singkil 9 tahun lalu. Aksi protes guru itu terjadi pada masa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sekarang ini.
“Aksi demo hari ini sangat memalukan diakibatkan pihak Dinas Pendidikan melakukan kesalahan fatal, kenapa sampai dana nonsertifikasi dan dana sertifikasi para guru bermasalah, kita tidak boleh semata-mata menyalahkan pusat. Pihak dinas tidak boleh cuci tangan, tidak mungkin para guru yang mengurus ke pusat, tetapi pihak dinas harus melayani dan memfasilitasi para guru-guru kita serta mengurus administrasi ke pusat. Jangan sampai kewajiban mereka kita tuntut sementara hak mereka tidak diberikan. Ini dizalimi dan dosa besar,” kata Jaminuddin.