TERKINI
TAK BERKATEGORI

RUMAN Beri Pendampingan Psikososial pada Anak Korban Gempa

BANDA ACEH – Seratusan anak usia PAUD dan SD korban gempa Pidie Jaya yang berada di posko pengungsian mengikuti serangkaian kegiatan pedampingan psikososial dari Lembaga…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 343×

BANDA ACEH – Seratusan anak usia PAUD dan SD korban gempa Pidie Jaya yang berada di posko pengungsian mengikuti serangkaian kegiatan pedampingan psikososial dari Lembaga Pendidikan Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN). 

Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari di dua lokasi terpisah. Pertama, selama dua hari berturutan, pada Sabtu – Minggu, 10-11 November 2016, di Gampong Kaye Jatoe Cubo, Kecamatan Bandar Dua. Kedua di Gampong Meucat Pangwa, Kecamatan Trienggadeng pada Senin, 12 Desember 2016.

Tim RUMAN yang terdiri dari 4 relawan itu dikoordinir oleh Riski Sopya S.Pd., Kepala Sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) RUMAN. Mereka bergerak dari Banda Aceh pada hari ketiga pasca gempa, Jumat malam, 9 Desember 2016.

Riski Sopya melalui siaran pers mengatakan, anak-anak merupakan golongan yang sering terlambat mendapatkan perhatian saat terjadi bencana. Anak-anak sering terlihat seperti hampa karena tidak ada kegiatan yang membangkitkan kembali aspek psikologi dan sosial dalam diri mereka.

“Pada hari ketiga setelah gempa, kita memutuskan langsung turun ke lapangan untuk mengisi ruang kosong itu agar keceriaan yang menjadi hak dasar mereka kembali seperti semula,” ujar Riski.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah mewarnai, menggambar, bercerita, bernyanyi dan merangkai kolase dari bahan kulit telur. Setiap anak menerima hadiah alat tulis dan makanan ringan seperti susu UHT, wafer, roti dan lainnya. Seketika itu pula kegembiraan terpancar pada air muka mereka.

Salurkan Sembako

Sementara itu, Ahmad Arif, Pendiri Lembaga Pendidikan RUMAN tiba di posko pengungsian Gampong Kayee Jatoe Cubo pada Senin malam, 12 Desember 2016. Ia beserta rombongan mengantarkan bahan makanan pokok untuk warga yang mengungsi.

“Senin siang, ada warga Aceh yang baru pulang dari New Zealand menyerahkan titipan fidyah sahabatnya sebesar Rp 1 juta. Pada saat bersamaan, seorang wali murid PAUD kita juga menitipkan sumbangan keluarganya. Bahkan, ia menyediakan transportasi dan akomodasi ke lokasi pengungsi,” kata Arif.

Dari fidyah dan donasi tersebut, RUMAN membelikan 7 sak beras, 10 papan telur, 7 kotak susu UHT dan 1 kotak snack “Taro”. Bahan makanan tersebut diserahkan oleh Riski Sopya kepada penanggungjawab posko Kayee Jatho Cubo.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar