BANDA ACEH Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, meminta agar seluruh elemen masyarakat tidak menganggap Gerakan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional sebagai sebuah kegiatan seremonial semata. Namun justru menjadikannya sebagai sebuah semangat bersama untuk menjaga dan melestarikan hutan.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh di hadapan seluruh hadirin yang memadati lokasi acara Gerakan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, yang dipusatkan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo.
Selama ini telah banyak kita lakukan kegiatan seperti ini. Yang perlu saya tekankan di sini adalah, jangan menganggap kegiatan ini sebagai sebuah seremonial belaka. Mari jadikan kegiatan hari ini sebagai sarana mengumpulkan semangat bersama untuk menjaga kelestarian hutan Aceh, ajak Gubernur.
Pria yang akrab disapa Doto Zaini itu menjelasakan, dipilihnya PPI Lampulo sebagai lokasi kegiatan Gerakan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, agar kawasan tersebut tertata rapi dan dipenuhi suasana hijau agar nyaman untuk dikunjungi.
Sebagaimana diketahui, pada tanggal 13 Desember, kawasan Lampulo akan menjadi lokasi puncak acara Perayaan Hari Nusantara Nasional tahun 2015.
Insya Allah acara itu akan dihadiri oleh Presiden Jokowi. Oleh sebab itu, penghijauan yang kita lakukan di kawasan ini, selain untuk mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai Green City, kita juga berharap dapat menjadikan kawasan Lampulo ini sebagai tempat yang nyaman untuk pelaksaan puncak Hari Nusantara Nasional nantinya.”
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan, karena sebagai sebuah ekosistem, hutan memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia dan lingkungan.
Hutan tidak hanya merupakan sumber kebutuhan pangan dan energi, tapi juga tempat konservasi keanekaragaman hayati dan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Sayangnya, kerusakan hutan masih terus terjadi, kata Doto Zaini.