TERKINI
ENTERTAINMENT

Mari Membuka Aceh

PENYELENGGARAAN Pekan Inovasi Nasional (PIN) dan pameran teknologi tepat guna (TTG) ke 17 di Aceh amatlah berharga.  Ini cara yang paling baik untuk membuka "keterisoliran…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 785×

PENYELENGGARAAN Pekan Inovasi Nasional (PIN) dan pameran teknologi tepat guna (TTG) ke 17 di Aceh amatlah berharga. 

Ini cara yang paling baik untuk membuka “keterisoliran Aceh”. Pasca konflik kita butuh imej baru. Aceh harus di hapus dalam kenangan orang luar yang serba menyeramkan. Imej Aceh sebagai pemberontak sejak dulu harus ditukar dengan segala kebaikan dan keunggulan. Orang orang di nusantara harus kita perlihatkan Aceh baru. 

Aceh dengan segala dinamika pembangunan. Aceh dengan upaya upaya pembenahan diri pasca perang. Event nasional seperti ini yang kabarnya dikunjungi 7000 orang seluruh Indonesia. Maka ini jelas menjadi ajang promosi yang bagus bagi Aceh. Menghasilkan citra baru bagi publik dan sangat menguntungkan bagi Aceh. 

Kita patut memberi apresiasi bagi pemerintah Aceh yang sukses membawa event besar kemari. Kabarnya 2017 juga akan ada event nasional yang diselenggarakan di Aceh. Ini menjadi prestasi tersendiri bagi rejim Zikir. 

Kedepan kita berharap semua pihak berusaha mengadakan event nasional dan international lebih banyak lagi. Sesuai dengan update jaman ini, bahwa promosi menjadi hal yang wajib bagi siapapun. Karena jangan takut habis anggaran. Daripada uang membangun hal hal mubazir. Lebih baik mempromosikan Aceh. 

Ada multiplier efek yang besar dalam jangga pendek dan jangka menengah bagi Aceh. Tergantung kita bagaimana memanfaatkan momen ini. Kita punya banyak hal yang layak jual. Punya banyak komoditas industri kecil yang cocok dipasarkan. 

Kita punya kuliner mie Aceh yang amat terkenal. Kenapa tidak memanfaatkan teknologi agar bumbunya bisa dipasarkan lebih luas. Bekerja sama dengan pengusaha luar untuk menjual aneka bumbu masakan Aceh. Kita punya dendeng yang di akui keulezatannya. Begitu juga masakan kari. Kita mimpi suatu hari di aceh hadir industri yang besar untuk melakukan inovasi sehingga bumbu itu di jual di semua gerai di indonesia bahkan dunia. 

Tentu saja dengan menggunakan teknologi pengawetan dan banyak hal lagi yang mungkin saja menjadi masa depan industri Aceh. Karena pemerintah Aceh kedepan harus tampil lebih sigap. Merebut event event. Soal uang selama itu positif tentu tidak akan jadi soal. 

Pemangku kepentingan di Aceh harus keluar dari pola pikir lama. Bahwa pembangunan harus di prioritas hanya fisik semata. Walaupun banyak yang mubazir. Pemerintah Aceh dan segenap jajarannya harus mulai berpikir secara modren. Bahwa pembangunan itu bukan seperti kita bertani. Harus memegang cangkul atau pacul. 

Tapi kita harus menjadi orang yang modren dengan berlomba menampilkan diri dengan segala potensi kita. Sehingga uang datang ke Aceh. 

Lapangan kerja terbuka. Bisnis melonjak naik. Maka bila begitu pajak tentu akan naik. Pembangunan akan mudah. Masyarakat modren dan sejahtera tentu butuh hal hal yang kita sebut di atas. Memerangi kemiskinan tidak melulu harus dengan memberi bantuan atau hal hal tradisional lainnya. Membaiknya iklim usaha. Lakunya komoditas kita. 

Banyaknya orang berkunjung ke Aceh akan membuka banyak kesempatan bagi rakyat. Dengan begitu secara umum akan meng entaskan mereka dari kemiskinan. Bukan hanya pada event resmi pemerintah.

 Kita juga bisa menciptakan event tersendiri. Yang lebih khusus dan memang hanya ada di Aceh seperti event kebudayaan, bisnis dan pariwisata. Untuk itu kita butuh pemimpin politik dan birokrat yang punya visi bisnis bukan sebaliknya. 

Saat ini kebanyakan politisi dan birokrat kita berlaku “leumo lam weue” (lembu dikurung). Tahunya makan dan tidak menggunakan potensinya untuk berbuat apapun. Semua yang dilakukan lebih pada “menggemukkan” diri, keluarga dan kroni.

 Event PIN dan TTG harus menjadi pemicu bagi pemerintah Aceh untuk berbenah. Bercermin pada daerah lain. Meniru hal hal yang positif. Banyak banyak belajar. Jangan hanya bangga saat sukses. Tapi introspeksi konfrehensif atas banyaknya kritik karena kurang profesionalnya tim kita. 

Para birokrat kita belajar banyak banyak. Jangan lihat event seperti ini sebagai “boh manok mirah”. Untuk mencari kesempatan mencolong uang rakyat. Mencari celah “peusapat keurimeh” dari pengeluaran pemerintah menyelenggara acara ini. Lihatlah event ini sebagai kesempatan berbuat bagi Aceh. Jangan lihat sebagai lahan meng”intensif”kan korupsi, semoga. []

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar