LHOKSUKON – Satu unit rumah toko (ruko) permanen milik Muhammad, 37 tahun, di Gampong Rayeuk Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, terbakar saat sedang proses memasak lauk-pauk untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu 11 Desember 2016 pukul 19.00 WIB. Meski hanya terbakar di bagian belakang, namun kerugian toko kelontong itu diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
“Kejadian berawal saat kompor yang sedang menyala menyambar jerigen berisi bensin dan pertalite yang diletakkan pemiliknya di dapur,” kata Adhar (Jz01Cxx) anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Utara, yang ikut membantu di lokasi, kepada portalsatu.com.
Menurut pemilik rumah, dua jerigen bensin dan pertalite itu sengaja diletakkan ke dapur agar tidak mengganggu orang yang lalu-lalang di ruko. Mengingat di dalam toko sekaligus rumah itu sedang ada aktivitas memasak untuk Maulid besok (Senin).
“Bahan bakar minyak (BBM) itu ada juga yang dimasukkan dalam botol Aqua. Api berhasil dipadamkan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) sekitar 40 menit paska kejadian. Di samping ruko itu ada warung kopi dan rumah warga, tapi untungnya api cepat padam,” ujarnya.