BANDA ACEH – Wakil Rektor IV Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr. Nazamuddin, S.E, M.A meresmikan Atsiri Research Center (ARC) atau Pusat Riset Atsiri di kawasan Lapangan Tugu, Darussalam, Banda Aceh pada Kamis, 8 Desember 2016.
Atsiri merupakan sebutan bagi jenis tumbuhan yang mampu menghasilkan minyak nabati yang mudah menguap, seperti nilam, cengkeh, sirih, gaharu, kayu putih, kemangi, kayu manis, akasia, cendana, dan lain-lain.
Peresmian ARC disertai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unsyiah dengan Korean Intellectual Property Office (KIPO), Korea Invention Promotion Association (KIPA), Aceh Patchouli Forum, dan Bappeda Aceh. MoU tersebut bertujuan untuk mendukung dan memperkuat agroindustri di Aceh, khususnya komoditas nilam.
Ketua ARC Unsyiah, Dr. Syaifullah Muhammad, S.T, M.T mengatakan, kehadiran pusat riset ini untuk memperkuat subsistem agroindustri di Aceh terutama nilam. Sebab menurutnya, agroindustri nilam dari hulu dan hilir memerlukan dukungan quality control, inovasi produk, peningkatan kualitas produk, serta turunan beberapa produk lainnya.
Peran strategis ini akan dilakukan ARC Unsyiah untuk meningkatkan industri nilam di Aceh. Saat ini fokus kita ada di empat daerah, yaitu Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Gayo Lues, katanya melalui siaran pers.