Rahma Wati (35) tak pernah menyangka nyawanya bisa selamat setelah tertimbun reruntuhan dinding kamar akibat gempa di Gampong Kuta Tuha, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu lalu.
Setelah tertimbun selama enam jam di bawah reruntuhan, warga berhasil menyelamatkan Rahma.
Sedangkan suaminya Nazaruddin (45) tewas karena tertimpa dinding rumahnya. Termasuk anak kedua, Hami (8), dan Hayan Faham (4,5) ikut meninggal tertimpa beton dalam kamar lainnya.
“Aura (10), anak pertama saya itu tidur di rumah mamak, jadi selamat,” kata Rahma Wati, Jumat (9/12).
Aura yang selamat dari musibah ini masih duduk di kelas 5 sekolah dasar. Saat ini, kondisi psikisnya terganggu, akibat trauma berat usai gempa.
Rahma mengaku, bila terlambat diselamatkan, ia bisa saja meregang nyawa. Karena sejak pukul 05.03 WIB, usai gempa, sebelah badannya terjepit dan terasa kebas semua.
Saat itu dia juga kesulitan bernapas. Selain udara pengap, karena terkurung reruntuhan, abu bekas beton yang rubuh pun membuat dadanya sesak, hingga sulit bernapas.
“Sepuluh menit lagi saja terlambat, saya bisa tidak selamat,” jelasnya.
Saat itu dia berteriak sekuat tenaga untuk meminta tolong. Baru kemudian sekitar pukul 07.00 WIB ada warga yang menolong. Ia pun berhasil lolos dari maut pada pukul 10.00 Wib. Setelah diselamatkan dia langsung dilarikan ke rumah sakit. Rahma tidak mengalami cedera fisik, hanya gangguan psikis karena trauma setelah gempa.[] merdeka.com
TAK BERKATEGORI
Cerita Korban Gempa Tertimbun Reruntuhan di Kuta Tuha
Rahma Wati (35) tak pernah menyangka nyawanya bisa selamat setelah tertimbun reruntuhan dinding kamar akibat gempa di Gampong Kuta Tuha, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya,…
Baca Juga
Nasional
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kembali Meraih WTP
17 Juni 2020
Hukum
Diduga Terlibat Illegal logging, Oknum ASN Pijay Dibekuk Polisi
8 Juni 2020
health