JAKARTA – Inisitor Kelompok Musik Jalanan (KPJ) Jakarta, Anto Baret mengatakan, bagi dirinya perampok yang ditembak jauh lebih terhormat ketimbang koruptor. Alasannya jelas, menjadi perampok tidak ada sumpahnya, tapi koruptor sebelum menjadi pejabat telah disumpah mengabdi pada rakyat.
“Kalau perampok setelah ditembak langsung mati tanpa membawa sumpah, tapi koruptor sebelum melakukan korupsi telah disumpah mengadi pada rakyat dan negara,” kata Anto Baret saat tampil membawakan lagu-lagu dari album terbarunya “Gonjang Ganjing” di Gelanggang Remaja Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Kamis, 19 November 2015, malam.
Anto Baret mengaku ia juga linglung melihat negeri ini, karena di mana-mana mengumandangkan komitmen antikorupsi, tapi hingga kini korupsi semakin merajalela.
“Di mana-mana pejabat berteriak antikorupsi, tapi di mana-mana terjadi korupsi,” ujar Anto Baret.
Penampilan Anto baret mendapat sambutan hangat dari ratusan penotonton. Lagu demi lagu bersyair kritik sosial itu pun seperti tak ada ujungnya, penonton ikut bergerak dan bernyanyi bersama.
KPJ Jakarta merupakan kelompok didirikan tahun 1985. Anto Baret, Iwan Fals, Eko Partitur, dan Herry Lintauw adalah sosok awal berdiri KPJ.
Turut hadir pada acara peluncuran album Anto Baret tersebut Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh H. Muhammad Amru, artis Ine Febrianti, penyair Fikar W. Eda dan sejumlah seniman Jakarta lainnya.[]
NEWS
Anto Baret: Perampok yang Ditembak Lebih Terhormat Ketimbang Koruptor
Kalau perampok setelah ditembak langsung mati tanpa membawa sumpah, tapi koruptor sebelum melakukan korupsi telah disumpah mengadi pada rakyat dan negara," katanya.
Baca Juga
ACEH
DPM Unimal Protes Pemangkasan Anggaran JKA, Ancam Gelar Aksi Massa Lebih Besar
5 April 2026
News
Aceh Sepakati Pilkada Serentak 2022
29 Juni 2020
Nasional