Pemerintah Lhokseumawe menabalkan nama almarhum tokoh GAM terkenal Ahmad Kandang sebagai nama salah satu jalan di kota ini. Jalan Teungku Ahmad Kandang berstatus jalan provinsi, sepanjang 3 kilometer, mulai dari bibir Jalan Medan-Banda Aceh, Simpang Selat Malaka, Cunda sampai Simpang Ren Meugintoen, Gampong Blang Cruem, Kandang, Kecamatan Muara Dua.
Jalan Teungku Ahmad Kandang menghubungkan bererapa gampong (desa) yaitu, Keudee Cunda, Uteunkot, Meunasah Blang, Meunasah Mee, Cut Mamplam, Meunasah Mayang dan Blang Crum, semuanya dalam Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.
Seperti diketahui Ahmad Kandang adalah pentolan GAM eks-Tripoli. Namanya sangat melambung era 19982001. Menurut sumber-sumber terpercaya di kalangan mantan gerilyawan GAM di wilayah Pase, semasa hidupnya Ahmad Kandang adalah seorang pembaharu dalam pola gerakan, termasuk pelopor GAM 2000, di mana pola gerilyanya semi terbuka.
Ahmad Kandang dikenal piawai mengelola massa sebagai materi senjata perangnya, mengelola unsur sosial dalam strategi pendekatan masyarakat untuk kekuatannya. Dia mampu mengubah mental para pemuda pengecut menjadi pemberani, mendoktrin pengikutnya, sehingga mereka merasa malu apabila menyadari dirinya penakut.