TAPAKTUAN – Menjelang berakhirnya tahun 2016, keberadaan semen di Kabupaten Aceh Selatan khususnya di Kecamatan Meukek langka. Kondisi kelangkaan salah satu material utama bahan bangunan yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir tersebut telah memicu kenaikan harga sangat signifikan.
Keterangan yang dihimpun Minggu, 4 Desember 2016, untuk satu sak Semen Padang dijual mencapai Rp 60.000. Harga itu jauh melambung tinggi dibandingkan dengan harga normal biasanya yang dijual di kisaran Rp 53.000 Rp 54.000/sak.
Beberapa warga yang dijumpai di Kecamatan Meukek mengatakan, meskipun harga semen tergolong sangat mahal tersebut, namun konsumen di wilayah itu tetap membeli barang dimaksud karena sangat membutuhkannya.
Mereka menduga, kenaikan harga yang sangat signifikan tersebut di sebabkan karena hanya satu toko bangunan yang berada di Desa Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek yang tersedia semen sekarang ini. Sementara sejumlah toko bangunan lainnya yang ada di wilayah itu mengalami kekosongan semen sejak beberapa pekan terakhir.
Kondisi kekosongan semen sekarang ini diduga telah dimanfaatkan oleh oknum pedagang dimaksud untuk menaikkan harga penjualan semen mencapai Rp 60.000/sak. Padahal disaat kondisi normal harga semen hanya berkisar Rp 53.000 Rp 54.000/sak, ucap salah seorang warga.
Hasil investigasi media ini dilapangan Minggu (4/12), terungkap bahwa keputusan salah seorang pedagang di Desa Labuhan Tarok berinisial A nekad menjual semen dengan harga mencapai Rp 60.000/sak di sebabkan karena dia harus membayar lebih atau istilahnya uang tips kepada seseorang calo yang memiliki koneksi langsung dengan pihak distributor semen di daerah itu.