TERKINI
EKBIS

Kelangkaan Semen di Aceh Selatan Mengakibatkan Harga Melambung Tinggi

TAPAKTUAN - Menjelang berakhirnya tahun 2016, keberadaan semen di Kabupaten Aceh Selatan langka. Kondisi kelangkaan salah satu material utama bahan bangunan tersebut telah berlangsung selama…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 603×

TAPAKTUAN – Menjelang berakhirnya tahun 2016, keberadaan semen di Kabupaten Aceh Selatan langka. Kondisi kelangkaan salah satu material utama bahan bangunan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari lalu.

Sejumlah warga yang ditemui di Kecamatan Meukek, Sabtu, 3 Desember 2016 mengaku kelangkaan semen sejak beberapa hari lalu mengakibatkan terganggunya pekerjaan konstruksi.

“Tidak hanya kami, tapi sejumlah pekerja lainnya ada yang sampai terpaksa menghentikan pekerjaan mereka karena terkendala dalam mendapatkan material semen,” kata Heri, salah seorang warga.

Heri mengaku telah berupaya mencari semen ke sejumlah toko bangunan dalam wilayah Meukek bahkan ke luar kecamatan itu. Namun semua toko bangunan mengaku sedang kosong stok semen sejak beberapa hari lalu karena terbatasnya pasokan dari pihak penyalur.

Menurutnya, kondisi kelangkaan semen tersebut terjadi untuk seluruh merek yang selama ini beredar di Aceh Selatan yang dipasok dari Lhoknga, Aceh Besar.

“Kami tidak mengetahui persis, apakah kondisi kelangkaan semen ini disebabkan karena tingginya permintaan untuk memenuhi kebutuhan pihak kontraktor menyelesaikan proyek konstruksi pemerintah di akhir tahun atau karena terbatasnya pasokan dari pihak penyalur,” ungkapnya.

Dia menyatakan, jika pun ketersediaan semen ada saat ini, jumlahnya sangat terbatas sehingga pihak penjualpun dengan leluasa menaikkan harga di atas harga normal seperti biasanya.

“Kemarin informasinya ketersediaan semen ada di sebuah toko bangunan Desa Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek, tapi jumlahnya sangat terbatas. Harga semen mencapai Rp58.000/sak, padahal biasanya dijual Rp54.000/sak. Meskipun harga mahal, tapi masyarakat tetap memburu semen tersebut karena sangat butuh,” ucapnya.

Menyikapi hal ini, pihaknya meminta kepada pemerintah melalui Kementerian BUMN yang bertanggung jawab mengawasi perusahaan semen di Indonesia untuk mengatur pendistribusian semen ke daerah-daerah.

Sebab, meskipun di penghujung akhir tahun pihak kontraktor sangat membutuhkan semen untuk menyelesaikan proyek konstruksi milik pemerintah, tapi bukan berarti bisa mengabaikan begitu saja hak masyarakat luas untuk mendapatkan semen tersebut.

“Untuk mengatasi persoalan kelangkaan semen yang sering terjadi setiap penghujung akhir tahun, sudah sewajarnya pemerintah mengatur sistem pendistribusian semen ke daerah-daerah. Jika memang kebutuhan atau permintaan semen meningkat di akhir tahun maka pasokannya pun harus ditambah, sehingga kondisi tingginya permintaan semen tersebut tidak berdampak terjadinya kelangkaan yang akhirnya juga melambungnya harga semen di pasaran. Sebab kondisi itu sangat menyulitkan masyarakat,” tandasnya.[]

Laporan Hendrik 

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar