TAPAKTUAN – Empat unit boat nelayan ditumpangi 20 nelayan yang diterjunkan dari PPI Desa Pasie Meukek, Aceh Selatan, 2 Desember 2016, malam, untuk mencari keberadaan boat KM Satria yang hilang kontak sejak 27 November lalu, telah sampai di titik lokasi kejadian di sekitar perairan laut Pulau Selawar, Kabupaten Simeulue, Sabtu, 3 Desember 2016, pagi.
Dari hasil penyisiran di sekitar lokasi, sejauh ini tim penyelamat belum berhasil menemukan tiga nelayan crew boat KM Satria. Namun, tim penyelamat berhasil menemukan beberapa puing-puing boat KM Satria yang diperkirakan telah hancur berkeping-keping akibat dihantam gelombang besar disertai badai.
Wakil Panglima Laot Kecamatan Meukek, Khairuzzaman yang dijumpai di Pasie Meukek, Sabtu, 3 Desember 2016 melaporkan, berdasarkan informasi dari tim pencari yang disampaikan melalui saluran radio boat ke pangkalan radio utama Pasie Meukek, salah satu boat pencari yakni KM Seulawah berhasil menemukan satu lembar pintu boat KM Satria, satu lembar papan sengka (lantai boat) dan satu buah tali jangkar warna hijau.
Beberapa bagian boat KM Satria yang dinyatakan hilang sejak lima hari lalu itu ditemukan secara terpisah dalam kondisi terapung di sekitar perairan laut Pulau Penyu. Pulau Penyu ini tidak jauh dari Pulau Selawar masih dalam wilayah Kabupaten Simeulue, sebutnya.
Berdasarkan keterangan tim pencari, jarak Pulau Penyu dengan bibir pantai Pulau Simeulue sekitar 2 mil laut. Sedangkan jarak antara Pulau Selawar tempat pertama kali diperkirakan boat KM Satria dihantam gelombang besar kemudian tenggelam dengan Pulau Penyu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan boat ukuran 30 GT.
Berselang beberapa saat kemudian, para nelayan Pasie Meukek yang standby di pangkalan radio utama di rumah salah seorang nelayan bersama Abdulrahman, kembali menerima laporan informasi dari boat tim pencari yang saat ini berada di sekitar perairan Pulau Simeulue, telah ditemukan sebuah tas oleh masyarakat Pulau Simeulue yang melakukan penyelaman ke dasar laut untuk mencari kolong di dalam kerang tidak jauh dari bibir pantai wilayah itu.
Setelah dibuka dalam tas tersebut ditemukan hand phone (HP) dan beberapa lembar baju, yang diduga kuat milik crew KM Satria yang diperkirakan telah tenggelam beberapa hari lalu.
Menurut Khairuzzaman, sejumlah boat nelayan baik berasal dari Pasie Meukek maupun dari luar daerah yang telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian juga berhasil menemukan tiga buah kotak fiber milik boat pancing KM Satria bertonase 6 GT dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar 3 meter tersebut.
Dia menyatakan, penemuan kotak fiber pertama kali oleh boat nelayan asal Sibolga sekitar tiga hari lalu. Kemudian kotak fiber kedua kembali ditemukan nelayan asal Meulaboh, Aceh Barat, tidak jauh dari perairan setempat. Kotak fiber ketiga juga telah ditemukan boat nelayan Pasie Meukek yang dikerahkan untuk melakukan proses pencarian.
Boat KM Satria tersebut memang memiliki tiga kotak fiber warna putih. Setelah dicek kotak fiber itu memang betul milik KM Satria. Dengan penemuan kotak fiber itu maka seluruh kotak fiber yang ada dalam boat tersebut telah berhasil ditemukan. Namun sejauh ini pihak tim pencari belum berhasil menemukan beberapa bagian boat lainnya termasuk tutup kotak fiber. Memang dalam boat itu juga tersedia beberapa pelampung, kami berharap tiga orang nelayan dalam boat tersebut bisa menyelamatkan diri di atas pelampung yang ada atau dengan menggunakan tutup kotak fiber tersebut, ungkapnya.