TERKINI
TAK BERKATEGORI

Salat Awwabin: Waktu dan Niat (I)

ISLAM menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah. Baik ibadah yang horizontal dan vertikal. Dalam Islam banyak bentuk ibadah yang menjadi nilai plus, salah satunya ibadah…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 727×

ISLAM menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah. Baik ibadah yang horizontal dan vertikal. Dalam Islam banyak bentuk ibadah yang menjadi nilai plus, salah satunya ibadah sunat berupa salat sunat awwabin.

Salat ini merupakan salat sunnah yang disyariatkan dalam Islam, dan tidak sedikit hadist dan atsar yang mengupas tentang kelebihan dan pelaksanaan salat awwabin tersebut.

Waktu Salat

Namun kapan waktu  pelaksanaannya? Pasti salat ini terkhusus waktunya di antara salat Maghrib hingga menjelang Isya'. Waktu antara Maghrib dengan Isya' merupakan diantara waktu yang amat utama dan waktu yang mustajab untuk berdoa di dalamnya.

Syariat menganjurkan kepada setiap muslim, dianjurkan untuk mengisi waktu tersebut dengan berbagai amaliyah yang bermanfaat untuk meningkatkan ketakwaannya kepada Allah Ta'ala, misalnya dengan membaca Alquran, berdzikir maupun dengan melaksanakan salat awwabin. (Syekh Zainuddin Al-Malibari, kitab I'anatuth Thalibin: I: 258, Thoha Putra).

Para ulama menyebutkan wajah tasmiah (indikator penamaan) salat itu dengan, “awwabin” disebabkan masa antara magrib dan isya waktu untuk kembali kepada Allah (Yarji' Ilallah), dalam artian bertaubat terhadap segala dosa dan kesalahan. Terlebih saat banyak hamba Allah yang telah melupakan-Nya. (Syekh Zainuddin Al-Malibary, Kitab Ianah at-Thalibin)

Dalam pandangan Syaikh Muhammad al-Khatib al-Syarbini (977H), salah seorang ulama yang banyak dijadikan karyanya sebagai rujukan dalam berbagai fenomena hukum dalam masyarakat Islam, beliau menyebutkan penamaan salat Awwabin dengan salat ghaflah. Hal ini disebabkan mayoritas manusia melupakan perintah Allah dengan berbagai kemegahan duniawiah, baik makan, istirahat malam, maupun berbagai aktivitas duniawi lainnya.” ( Syekh Khatib Syarbini, Kitab Mughnil Muhtaj:I:224).

Niat Salat Awwabin

Salat sunat awwabin tidak jauh berbeda dengan salat lainnya secara umum. Adapun niat salatnya, “ushalli sunnatal awwabin rak'ataini lilahi ta'ala” (Sahaja aku salat sunat awwabin dua rakaat karena Allah Ta'ala”. Sedangkan doa salat tersebut, menurut sebagian ulama menyebutkan: 

“Allahumma inni astaudi'ukq imaani fi hayaati wa 'inda mamaari wa ba'da mamaati fahfadhu 'alaiyya innaka ' alaa kulli syai'in qadir (3x), artinya: “Ya Allah, Aku titipkan kepada-Mu imanku di dalam hidupku, dan ketika matiku, dan setelah matiku, maka jagalah dia untukku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar