TERKINI
TAK BERKATEGORI

Dampak Abrasi, Tujuh Rumah Warga Sawang Terancam Ambruk

TAPAKTUAN - Tingginya curah hujan tidak hanya mengakibatkan air sungai meluap, tapi juga berdampak terhadap abrasi pantai yang semakin parah di Kabupaten Aceh Selatan. Abrasi…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 657×

TAPAKTUAN – Tingginya curah hujan tidak hanya mengakibatkan air sungai meluap, tapi juga berdampak terhadap abrasi pantai yang semakin parah di Kabupaten Aceh Selatan.

Abrasi paling parah terjadi di Dusun Pasie Tuan Hilang, Desa Sawang I, Kecamatan Sawang. Sedikitnya tujuh rumah warga di sepanjang bibir pantai itu terancam ambruk ke laut akibat digerus ombak.

Kepala Dusun Pasie Tuan Hilang, Mustaruddin, mengatakan akibat dihempas pasang purnama, bagian belakang sejumlah rumah penduduk di wilayah itu rusak parah. Sebagian di antaranya nyaris ambruk karena sudah terendam air laut.

“Seperti kandang ternak dan dapur mulai rusak dihantam ombak. Sejumlah pohon kelapa dan tanaman lainnya mulai bertumbangan. Jika tidak segera ditanggulangi maka dipastikan dalam waktu dekat ini tujuh rumah warga akan ambruk, karena abrasi semakin parah sejak pasang purnama mengganas pekan lalu,” kata Mustarudin, Selasa, 22 November 2016.

Menurut dia, tujuh rumah berkonstruksi semi permanen yang terancam ambruk itu berada di ujung tanggul pengaman pantai. Kata dia, hempasan gelombang terlihat membesar dan lebih keras dari sebelumnya. Keadaan ini sangat meresahkan pemilik tujuh rumah tersebut.

“Karena keberadaan tanggul pengaman pantai belum terpasang secara menyeluruh di sepanjang pantai maka terjangan ombak laut masih mengancam rumah penduduk. Karena itu kami meminta kepada pemerintah segera melanjutkan pembangunan proyek pengaman pantai sepanjang lebih kurang 350 meter lagi. Jika tidak, maka tujuh rumah warga dipastikan akan ambruk dihantam ombak,” ungkap Mustaruddin.

Tujuh rumah yang terancam ambruk tersebut milik Zamzami, Mustaruddin, Hasyimi, Karijah, Rusli JS, M. Tahlib dan Maimunah. Warga setempat berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti aspirasi mereka dengan menjadikan penanganan abrasi tersebut sebagai program skala perioritas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan, Erwiandi, mengaku sudah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Ia membenarkan abrasi laut di wilayah itu sudah masuk katagori parah sehingga butuh penanganan secepatnya.

“Hasil pemantauan kami, sepanjang lebih kurang 170 meter butuh pembangunan tanggul pengaman pantai secepat mungkin. Namun dilihat dari kondisi keuangan, pembangunan breakwater tidak mungkin dilaksanakan pada akhir tahun 2016 ini. Kita akan usulkan dulu program ini ke BPBA Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait. Jika pun ditangani oleh Pemkab Aceh Selatan harus melalui APBK tahun 2017,” jelas Erwiandi.

Terkait abrasi di Desa Sawang I, lanjut Erwiandi, pihaknya sudah meminta Camat Sawang untuk membuat proposal ke pimpinan daerah dengan tembusan ke DPRK, Bappeda, Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan BPBK.

“Proposal itu nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait sehingga program pembangunan tanggul laut bisa segera direalisasikan. Saat ini semua pihak harus bersabar karena semua kebutuhan harus sesuai makanisme dan prosedural yang berlaku. Kami tidak bisa menabrak aturan tersebut,” tegasnya.[]

Laporan Hendrik

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar