TERKINI
TAK BERKATEGORI

Hujan Deras, Dua warga Aceh Selatan Terseret Arus Sungai

TAPAKTUAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Selatan sejak Minggu hingga Senin, 20 - 21 November 2016 telah mengakibatkan dua orang warga setempat terseret arus…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 550×

TAPAKTUAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Selatan sejak Minggu hingga Senin, 20 – 21 November 2016 telah mengakibatkan dua orang warga setempat terseret arus sungai yang deras. Kejadiaan naas di lokasi yang berbeda tersebut, satu korban telah ditemukan tewas sedangkan satu lagi masih dalam proses pencarian.

Kejadian pertama warga terseret arus sungai tersebut menimpa Safi`I (50) warga Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, yang terseret arus sungai Desa Pinto Rimba diwilayah kecamatan yang sama saat hendak pulang ke rumahnya dari kebun pada Minggu 20 November 2016 sekitar pukul 17.00 WIB.

Camat Trumon Timur, T Masrizar, melaporkan, saat hendak pulang ke rumahnya dalam kondisi sedang di guyur hujan lebat, korban bersama seorang temannya menyeberang sungai Pinto Rimba menggunakan ban mobil bekas yang di ikat pada tali.

“Teman korban yang sudah lebih dulu menyeberang sungai, menarik korban yang berpegangan pada ban mobil bekas, entah bagaimana tiba-tiba lepas. Arus sungai yang sangat deras dengan seketika langsung menyeret korban hingga hilang,” kata Masrizar saat dihubungi dari Tapaktuan Selasa, 22 November 2016.

Menurutnya, proses pencarian oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Satgas SAR bersama Basarnas Pos Meulaboh, Polres Aceh Selatan, anggota Brimob Kompi Trumon serta Muspika Trumon Timur sejak Minggu hingga Selasa pagi 20 – 22 November 2016 belum membuahkan hasil.

“Saya bersama tim gabungan sudah dua malam tidur di Posko pencarian yang didirikan di Desa Pinto Rimba. Petugas sudah melakukan penyisiran dan penyelaman disepanjang sungai dengan menggunakan tiga unit rubber boat dibantu perahu masyarakat setempat,” kata Masrizar seraya menyatakan proses pencarian kembali dilanjutkan Selasa pagi.

Dia menambahkan, selama proses pencarian yang telah berlangsung selama dua hari, tim gabungan mengalami kendala dan hambatan karena arus sungai yang masih deras disertai air berwarna kuning, menyulitkan petugas menemukan korban saat melakukan penyelaman ke dalam air.

“Untuk mempercepat proses pencarian korban, tim gabungan juga telah mendatangkan orang pintar. Berdasarkan penerawangan orang pintar, korban diperkirakan sudah jauh terseret arus sungai yang bermuara ke pesisir pantai Kecamatan Trumon tersebut,” ungkap Masrizar.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Selatan, Rahmad Humaidi mengatakan, selain di Trumon Timur korban hilang terseret arus sungai juga menimpa Abdul Haris (60) warga Desa Gunung Rotan, Kecamatan Labuhanhaji Timur.

Korban terseret arus sungai juga saat hendak pulang ke rumah dari kebunnya terjadi pada Senin 21 November 2016 sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut Rahmad Humaidi, proses pencarian oleh puluhan masyarakat setempat dibantu petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Satgas SAR bersama Basarnas Pos Meulaboh dan Muspika Labuhanhaji Timur berhasil menemukan korban tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara pada hari itu juga sekitar pukul 22.00 WIB malam.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri yang terjun langsung melakukan proses pencarian mengatakan, penemuan korban terseret arus sungai di Desa Gunung Rotan, Labuhanhaji Timur, bermula dari kecurigaan seorang warga setempat yang sedang mencari durian saat melihat seekor burung Hantu berputar-putar disekitar pinggir sungai.

“Karena merasa penasaran, kemudian orang tersebut mendatangi lokasi keberadaan Burung Hantu dimaksud. Ternyata benar dilokasi itu ditemukan korban tersangkut batu dipinggir sungai. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada tim pencari. Dibantu masyarakat setempat, korban langsung di evakuasi ke rumah duka pada malam itu juga,” ujarnya.[]

Laporan: Hendrik Meukek

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar