TAPAKTUAN – Badan jalan menghubungkan Desa Drien Jalo dengan Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan terancam putus total akibat dihantam banjir bandang, Senin, 21 November 2016. Masyarakat setempat mendesak pemerintah segera menanggulangi bencana tersebut sebab badan jalan itu merupakan akses transportasi satu-satunya ke wiliyah pedalaman Kecamatan Meukek.
Pascawilayah ini diguyur hujan lebat sejak Minggu hingga Senin 20-21 November 2016 lalu telah mengakibatkan Sungai Meukek meluap. Arus sungai yang sangat deras menghantam tanah di sepanjang bantaran sungai. Di sejumlah titik terjadi pengikisan tebing sungai, yang terparah di lokasi badan jalan menuju Desa Jambo Papeun, kata Sasmin, salah seorang warga, Selasa, 22 November 2016.
Menurutnya, akibat dihantam arus sungai deras telah mengakibatkan badan jalan yang menghubungkan antar desa ambruk seluas lebih kurang 1 meter. Meskipun belum sampai melumpuhkan transportasi karena masih bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua, tapi jika kondisi itu tidak segera ditanggulangi dikhawatirkan badan jalan tersebut akan putus total.
Badan jalan yang menghubungkan antardesa ini memiliki lebar sekitar 4 meter. Maka dengan telah ambruk sekitar 1 meter, badan jalan ini hanya tinggal 3 meter lagi. Memang sejauh ini transportasi warga belum terganggu, tapi jika kondisi ini terus dibiarkan tidak tertutup kemungkinan jika sungai kembali meluap badan jalan ini akan putus total, kata dia.
Selain ambruknya badan jalan, ujarnya, dampak dari hantaman arus sungai yang deras juga mengakibatkan Pipa Distribusi Jaringan Utama (DJU) milik PDAM Tirta Naga Tapaktuan yang menyuplai air dari Sungai Jambo Papeun patah. Karena pipa yang selama ini ditanam dalam tanah di sepanjang pinggir badan jalan tersebut turut kena dampak akibat ambruknya tanah di sepanjang bantaran sungai dihantam banjir bandang.
Karena itu, Sasmin meminta kepada pemerintah daerah setempat segera membangun tanggul di sepanjang sungai menggunakan batu besar (batu gajah) untuk menghindari semakin parahnya terjadi pengikisan tebing (erosi) sungai.
Selain itu, kami juga meminta kepada pemerintah segera melakukan normalisasi sungai. Dengan cara memindahkan muara sungai yang selama ini arusnya langsung menghantam badan jalan, muaranya agar dipindahkan ke tengah-tengah sehingga air dapat mengalir secara lancar, pintanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBK Aceh Selatan, Rahmad Humaidi, mengatakan, pascawilayah Aceh Selatan diguyur hujan lebat beberapa hari terakhir, telah mengakibatkan terjadi banjir bandang di Desa Jambo Papeun dan Desa Drien Jalo, Kecamatan Meukek.