LHOKSEUMAWE – Salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang sering kebobolan dan aksi anarkis penghuni adalah Lapas Kelas IIA Lhokseumawe. Pada Oktober lalu, dinding penjara peninggalan Belanda itu diledakkan seorang napi dengan bom rakitan. Ternyata, selain minim sipir, Lapas itu juga belum memiliki CCTV.
Belum ada CCTV, petugas (sipir) harus kerja ekstra untuk mengawasi gerak-gerik napi dan tahanan. Termasuk para pembesuk yang setiap hari keluar masuk penjara, ujar salah saorang petugas jaga pintu Lapas kepada portalsatu, Jumat, 11 November 2016.
Menurut petugas yang tidak ingin disebutkan namanya itu, idealnya Lapas sekelas Lhokseumawe sudah memiliki alat kamera pengawas itu. Apalagi tensi kejahatan yang terjadi di rumah hunian napi itu sangat tinggi.
Kondisi tersebut diakui Kalapas Lhokseumawe Ellyuzar. Menurutnya, usulan pengadaan CCTV sudah sering diajukan ke Kanwil Kemenkumham Aceh maupun Pemda, tapi tidak ada tanggapan sampai saat ini.