LHOKSEUMAWE Defisit atau kekurangan dalam anggaran belanja Pemerintah Lhokseumawe tahun 2016 membuat pencairan dana hasil pelaksanaan sejumlah kegiatan seret alias tersendat. Sumber portalsatu.com, Kamis,…
LHOKSEUMAWE Defisit atau kekurangan dalam anggaran belanja Pemerintah Lhokseumawe tahun 2016 membuat pencairan dana hasil pelaksanaan sejumlah kegiatan seret alias tersendat.
Sumber portalsatu.com, Kamis, 10 November 2016, menyebutkan, sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) Lhokseumawe saat ini tidak mau mengeluarkan surat perintah membayar (SPM) terhadap hasil pelaksanaan kegiatan.
Alasannya karena dana yang tersedia di DPKAD (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) sangat minim, hanya bisa dicairkan untuk keperluan yang mendesak, kata sumber itu.
Menurut sumber itu, misalnya ada organisasi tertentu yang mendapat bantuan hibah untuk kegiatan pelatihan bersumber dari APBK tahun 2016. Setelah pelatihan dilaksanakan, diajukan pengamprahan untuk pencairan dana melalui SKPK atau satuan kerja terkait. Tapi saat ini tidak mau dikeluarkan SPM, ujar sumber itu.
Sumber lainnya menyebutkan, Pemerintah Lhokseumawe belum mencairkan dana hasil pekerjaan sejumlah proyek PL dari APBK 2016. Proyek PL sudah dilaksanakan, tapi belum dibayar. Menurut pihak dinas, saat ini sedang tidak ada dana, kata sumber yang menelpon portalsatu.com.
(Lihat pula: Dewan: Serapan Anggaran Rendah, Ekonomi Lhokseumawe Lemah)
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPKAD Lhokseumawe T. Maimun mengatakan, ia belum mengetahui kondisi keuangan saat ini. Pasalnya, T. Maimun baru menerima surat penunjukan sebagai Plt. Kepala DPKAD, kemarin (Rabu). Berdasarkan surat diteken Plt. Wali Kota Lhokseumawe Nazaruddin, T. Maimun menjadi Plt. Kepala DPKAD sejak 7 November 2016.
(Baca: Giliran Kepala DPKAD Lhokseumawe Mengundurkan Diri, T Maimun Jadi Plt)
Saya belum tahu kondisi keuangan saat ini. Saya segera membuat rapat dengan jajaran DPKAD. Setelah itu baru saya ketahui bagaimana kondisi keuangan, ujar T. Maimun menjawab portalsatu.com.
Asisten III (Bidang Administrasi dan Keuangan) Sekretariat Kota Lhokseumawe Miswar Ibrahim dihubungi melalui telpon seluler mengatakan, kondisi keuangan saat ini masih defisit.
Bukan hanya Lhokseumawe, tapi hampir seluruh Indonesia defisit anggaran. Kebetulan pada awal November, dana yang tersedia agak kurang, karena dana transfer dari (Pemerintah) Pusat belum masuk semuanya. Mungkin pada akhir November nanti akan normal kembali (kondisi keuangan) kalau sudah masuk dana transfer itu, kata Miswar.
(Baca juga: Belanja Pegawai Rp364 M, PAD Rp66 M)[](idg)