Benar kata orang tua mulutmu harimaumu, ucapan Basuki Purnama alias Ahok di Pulau Seribu begitu menohok umat Islam tak tanggung dia menistakan surah Almaidah ayat 51 sehingga memantik kemarahan umat Islam di seluruh Indonesia. Umat Islam tidak menerima kalau Alquran dihina. Melecehkan satu ayat di Alquran sama hal melecehkan Alquran dan Islam.
Diperkirakan lima ratus ribu massa melakukan Aksi Damai Bela Islam, memprotes ucapan Ahok yang telah dengan sengaja menistakan Islam. Meskipun telah minta maaf tapi bukan berarti proses hukum berhenti. Seruan aksi damai menggema bagai viral baik di medsos atau di tempat lain.
Massa memadati jalan di sekitar istana, dengan vokal menuntut presiden Joko widodo agar mendorong polisi secara tegas memproses Ahok secara cepat. Ahok merasa percaya diri karena di belakangnya ada Megawati dan Joko Widodo satu partai denganya membuatnya yakin bahwa polisi tidak berani menangkapnya.
Memang ada keraguan publik atas keseriusan polisi memproses Ahok, menjawab keraguan ini maka umat Islam melakukan aksi damai, ini bentuk lain dari tekanan publik kepada presiden agar tidak melindungin Ahok dari proses hukum. Di mata hukum semua orang sederajat baik pejabat maupun penjahat sehingga tidak ada yang diistimewakan, mengistimewakan sesorang berarti melecahkan hukum itu sendiri.
Beruntung bangsa ini, meskipun umat marah marah atas sikap Ahok yang menistakan Alquran, tapi tetap dalam koridor demokrasi, massa tidak mengmbil sikap sendiri. Tetap menempuh jalur hukum. Ingat peristiwa di Perancis, Charli Hebbo, tabloid mingguan yang memuat -karikatur Nabi Muhammad saw – akibatnya kantor tabloid diserang dan menewaskan wartawan dan pemrednya . Tapi rakyat kita tetap ini santun dan masih dalam koridor yang tepat dan legal. Sikap ini membuat kita bangga, bahwa dalam berdemokrasi bangsa ini semakin matang meski pihak asing meramalkan akan terjadi kekacauan karena aksi ini akan ditunggangi oleh kelompok militan ramalan ini terbukti fiktif.
Memang ada terjadi kerusuhan yang diprovokasi oleh pihak yang menodai kesejukan aksi damai, tapi tidak sebanding dengan ketertiban yang ditampilkan bila dilihat dari dari jumlah massa yang begitu besar. Justru semua pihak mengapresiasi aksi damai ini, untuk diketahui unjuk rasa damai kali ini terbesar dalam sejarah republik ini. Aksi kali ini diikuti oleh berbagai macam elemen anak bangsa dari wong gedongan sampai wong cilik. Dari bayi sampai orang tua pun ikut ambil peran dalam aksi damai bela Islam ini.