LHOKSEUMAWE – Empat pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Lhokseumawe menyampaikan visi dan misi dalam rapat paripurna istimewa DPRK, Jumat, 28 Oktober 2016.
Calon wali kota-wakil wali kota menyampaikan visi dan misi berdasarkan nomor urut. Giliran pertama ialah Helmi Musa Kuta-Maisyuri, lalu Zulkifli (Dolly)-Amni, Rachmatsyah-T. Noufal, dan Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad.
Tiga calon wali kotadidampingi calon wakil wali kota–menyampaikan visi dan misi dengan membaca teks atau konsep tertulis. Sedangkan Rachmatsyah didampingi T. Noufal tanpa membaca teks. Visi misi tertulis sudah dibagikan kepada semua pihak di ruangan ini, jadi tidak perlu saya bacakan lagi,” ujar Rachmatsyah.
Berikut visi dan misi calon wali kota-wakil wali kota Lhokseumawe periode 2017-2022, dikutip portalsatu.com dari naskah tertulis yang dibagikan dalam rapat paripurna istimewa DPRK:
1. Helmi Musa Kuta Hj. Maisyuri (PKB dan Partai Demokrat)
Visi: Bersama kita bisa mewujudkan Kota Lhokseumawe yang islami, jujur, cerdas dan berkeadilan menuju masyarakat yang sejahtera.
Misi:
1. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama, moral, budaya dan adat istiadat.
2. Meningkatkan kualitas kerja aparatur pemerintah meliputi pelayanan publik, good goverment dan clean goverment.
3. Meningkatkan kualitas SDM melalui perluasan kesempatan memperoleh pendidikan agama dan pendidikan umum yang baik.
4. Meningkatkan kualitas SDM melalui pelayanan kesehatan yang optimal, terukur dan memuaskan.
5. Meningkatkan pengelolaan potensi ekonomi kerakyatan melalui pengembangan dan pembinaan kegiatan ekonomi masyarakat yang produktif.
6. Menyediakan infrastruktur yang memadai meliputi transportasi, kesehatan, pendidikan, perekonomian dan sosial kemasyarakatan.
7. Meningkatkan pengelolaan SDA dan ekosistemnya secara optimal untuk mendukung pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2. Zulkifli dan Amni (PAN, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem)
Visi: Terwujudnya masyarakat Kota Lhokseumawe yang islami, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan.
Misi:
1. Penerapan good goverment dan clean governance.
2. Pengembangan ekonomi masyarakat pada sektor perikanan dan kelautan, industri dan jasa.
3. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
4. Meningkatkan kerja sama antar pemerintah kota dengan kabupaten dan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat.
5. Meningkatkan peranan civil society dan peranan kaum wanita dalam pembangunan berkelanjutan.