TERKINI
HUKUM

Suami Korban Menghilang Usai Antar Jenazah Istri ke Aceh

BANDA ACEH - Masih ingat kasus penembakan Indri Wahyuni, seorang ibu rumah tangga saat menggendong anaknya di Kompleks Torganda, Blok E Nomor 21, Kelurahan Tanjung…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.6K×

BANDA ACEH – Masih ingat kasus penembakan Indri Wahyuni, seorang ibu rumah tangga saat menggendong anaknya di Kompleks Torganda, Blok E Nomor 21, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan beberapa waktu lalu? Dia tewas di depan sang suami setelah timah panas bersarang di tubuhnya. Alih-alih menemukan pelaku penembakan, polisi dikabarkan saat ini malah kehilangan sang suami yang menjadi saksi penembakan tersebut. (Baca: Dor! Ibu Muda Dibedil Sedang Gendong Anaknya)

Mengutip sindonews.com, edisi Rabu, 26 Oktober 2016, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal, mengaku pihaknya bukan hanya kebingungan mengungkap kasus itu. “Jangankan pelaku, sekarang keberadaan suami korban (Saiful Rizal) sendiri juga tidak diketahui di mana rimbanya. Sejak mengantarkan jasad istrinya ke Aceh sudah tidak bisa dihubungi,” katanya, Rabu, 25 Oktober 2016.

Menghilangnya suami korban membuat polisi kemudian mengubah strategi penyelidikan. Pasalnya, petunjuk utama untuk mengungkap kasus itu satu-satunya adalah SR yang tak lain suami korban. Fahrizal mengatakan saat ini polisi berupaya untuk mencari dan menelusuri keberadaan suami korban terlebih dahulu. 

“Saya sudah minta tolong kepada teman-teman di Polda Aceh untuk membantu melacak dan menelusurinya,” katanya.

Polisi juga sudah menyambangi kerabat terdekat korban maupun kolega sang suami. Namun hingga sekarang belum ada yang mengetahui jejak SR.

Polisi menduga hilangnya suami korban turut mengindikasikan keterlibatan SR dalam kasus tersebut. Lagipula, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diduga penembakan itu dilakukan karena utang piutang. Polisi bahkan menduga suami korban ikut terlibat dalam penembakan.

“Tetapi itu masih dugaan. Begitu juga dengan motifnya, masih sebatas dugaan, yakni utang-piutang,” katanya.

Sementara itu, senjata yang digunakan pelaku untuk menembak korban adalah jenis Bareta atau FN. Hal itu diketahui dari proyektil yang ditemukan di lokasi kaliber 9 mili meter (mm).

Diberitakan sebelumnya, Indri Wahyuni (31) tewas ditembak tiga Orang Tak Dikenal (OTK) di depan rumahnya, Komplek Torganda Blok E, Nomor 21, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Selasa 18 Oktober 2016. 

Suami korban yang sempat diwawancarai wartawan mengaku, dirinya tidak mengenal tiga pelaku. “Aku tidak pernah berselisih paham dengan siapapun. Aku juga tidak mengenal pelaku,” jelasnya. 

Menurut Saiful, selama ini dia bekerja di perusahaan jual beli mobil milik pamannya, di Jalan Ringroad dan Jalan Sisingamaraja, Medan. Selain itu, dia juga memiliki usaha pengangkutan dari Aceh ke Medan.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar