BANDA ACEH – Pemuda merupakan mitra kritis pemerintah dalam mengawal berbagai permasalahan sosial. Salah satunya adalah mengawal proses pelaksanaan Pilkada Aceh yang akan datang.
Demikian disampaikan Mulizar saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Peran Pemuda Dalam Rangka Mendorong Partisipasi Masyarakat Mewujudkan Pilkada Damai.” Diskusi ini digagas oleh Lembaga Peduli Bangsa (eLingSa) dan berlangsung di 3in1 Cofee, Lampineung, Banda Aceh, Rabu, 26 Oktober 2016.
“KNPI siap mengajak pemuda untuk mengawa proses Pilkada agar berjalan dengan lancar dan damai,” ujar Mulizar yang mewakili KNPI Aceh dalam diskusi tersebut.
Selain Mulizar, diskusi yang dihadiri puluhan peserta dari berbagai lembaga mahasiswa ini turut mengundang Ramzi Murziqin selaku Tim Asistensi Bawaslu Aceh sebagai pembicara. Ramzi dalam pemaparannya lebih melihat bagaimana partisipasi politik pemuda dalam Pilkada.
“Pilkada merupakan proses mencari harapan baru atau kekecewaan baru oleh masyarakat, karena pilkada merupakan sebuah petarungan untuk mempertahankan kekuasaan,” katanya.
Menurut Ramzi untuk melahirkan Pilkada yang demokratis, pemuda harus benar-benar memilih sesuai dengan selera masing-masing. “Jangan sampai pemuda menjadi pelacur politik saat proses Pilkada,” katanya.
Akademisi Ilmu Politik Unsyiah, Radhi Darmansyah, yang juga menjadi pembicara di diskusi ini lebih melihat bagaimana pentingnya peran pemuda dalam menjaga Pilkada damai. “Di tangan pemuda lah akan menentukan bagaimana proses Pilkada damai berjalan dengan lancar,” ujar Radhi.
Dia juga menyorot bagaimana peran media dalam mempublikasi informasi menjelang Pilkada. Radhi mengajak pemuda agar pintar dalam menerima setiap informasi yang ada.
“Media memiliki peran serta dalam memainkan isu-isu yang bersifat hoax, tanpa ada landasan kebenaran, baik menjelang pilkada bahkan sampai hasil perhitungan suara, dan disitulah pemuda harus pintar dalam menerima berbagai informasi tersebut,” katanya.