MEUREUDU Pengurus kecamatan hingga kader dan tokoh Golkar Pidie Jaya meminta Zulfikar Abdullah diberhentikan dari jabatannya selaku Ketua DPD II partai Beringin kabupaten tersebut. Mosi tidak percaya ini dikeluarkan pada Selasa, 25 Oktober 2016.
“Zulfikar tidak menjalankan fungsinya sebagai Ketua Golkar Pidie Jaya,” ujar Bendahara DPD II Partai Golkar Pidie Jaya, Syamsul Rijal, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com.
Zulfikar juga dinilai kurang memahami bagaimana menggerakkan roda organisasi dengan baik. Hal tersebut kemudian memicu berbagai permasalahan organisasi di Golkar Pidie Jaya.
Syamsul mencontohkan kurangnya pemahaman organisasi Zulfikar seperti tidak melaksanakan konsolidasi kepengurusan, baik itu pengurus harian DPD II Partai Golkar maupun kepungurusan di tingkat kecamatan dan desa. Ketua Golkar Pidie Jaya ini juga dinilai mengingkari visi dan misi serta janji politiknya untuk membesarkan partai Golkar di Pidie Jaya.
“(Golkar) malah lebih terpuruk sekarang. Yang kita tuntut sebenarnya, secepatnya pergantian ketua. Kami tidak ingin Golkar Pidie Jaya mati suri atau jalan di tempat,” kata Syamsul Rizal.