TERKINI
OTOMOTIF

Kata Anggota DPR Tentang Santri Dayah Aceh Timur Ciptakan Pesawat Airmodeling

Langsa  - Dua santri Dayah Amal Desa Beusa Sebrang Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh, Fauzan Ikbar (20) dan Akmal (18), berhasil menciptakan…

MAISARAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 3K×

Langsa  – Dua santri Dayah Amal Desa Beusa Sebrang Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh, Fauzan Ikbar (20) dan Akmal (18), berhasil menciptakan pesawat remote kontrol Airmodelling yang diberi nama F22.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Muslim SHI MM, di Langsa, Sabtu mengatakan, bahwa kreativitas anak bangsa  harus diberi apresiasi  setinggi-tingginya yang telah berhasil menciptakan pesawat remote kontrol yang bisa diterbangkan.

“Kita harus mendukungnya sepenuh hati demi terwujud cita-cita generasi penerus bangsa dibidang teknologi, mudah-mudahan ada Habibie lain di Aceh,” ujar Muslim.

Dikatakannya, dua remaja belia ini telah menorehkan prestasi yang pantastis dan membuat decak kagum, dimana kedua sosok remaja ini hidup di lingkungan dayah namun intelektual dibidang teknologi airmodeling tak kalah dengan jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara, Fauzan menuturkan,pesawat remote kontrol F22, bisa diterbangkan hingga mencapai satu kilometer jarak tempuhnya menggunakan remote kontrol yang berbahan bakar menggunakan aki.

Menurutnya, bersama Akmal yang merupakan adiknya, sudah gemar pada jenis pesawat sejak duduk di.bangku sekolah dasar.

Awalnya, Fauzan Ikbar kerap merakit pesawat dari jenis kertas. Dia juga mengoleksi berbagai jenis gambar pesawat.

Anak pasangan dari Ismail dan Safrina ini kesehariannya menghabiskan waktu di kompleks Dayah Amal menimba ilmu ketahuhitan sembari merakit pesawat remote kontrol.

''Aktivitas sehari-hari di dayah menimba ilmu agama dan sesering mungkin kami berkarya membuat pesawat remote bersama adik saya, Akmal,'' ujar Fauzan

Dia menciptakan pesawat remote merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia juga berkeinginan bisa menciptakan pesawat milik pribadinya suatu saat nanti.

''Sejak kecil saya sudah hobi buat buat pesawat dari kertas, mudah-mudahan suatu saat nanti bisa saya buat pesawat pribadi sunguhan untuk bisa membawa keluarga saya,'' ujar Fauzan sambil tersenyum.

Untuk membuat pesawat tersebut, Fauzan mengaku harus merogoh koceknya sekitar Rp5 juta- Rp6 juta/unit.

''Adapun bahan yang digunakan untuk jenis pesawat sangat sederhana. Bahan bisa didapatkan dari jenis mainan anak-anak seperti dinamo, baling-baling, dan gabus untuk badan pesawat. Yang mahalnya adalah alat untuk remotenya,'' terang Fauzan.

Tak jarang setiap melakukan ujicoba pesawat buatannya gagal take off, namun berbekal keyakinan dan semangat pantang menyerah pesawat hasil rakitannya bisa juga mengudara sesuai keinginannya.

''Ada beberapa kali gagal saat diujicoba, ada kerusakan sistem dan alat yang ada di dalam pesawat, tapi saya tetap semangat hingga pesawat bisa terbang,'' jelas Fauzan.

Hasil kerja kerasnya ini pun sudah bisa dibuktikan di berbagai even lokal seperti dipamerkan di Lapangan Peureulak pada saat HUT kemerdekaan RI.

''Ya, Alhamdulillah saya diundang untuk menerbangkan pesawat F22 dan sukses,” ujar Fauzan.[] Sumber: antaranews.com

 

 

MAISARAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar